17 Kader PKS Banten Akan Peringati Kemerdekaan di Gunung Anak Krakatau

Posted by Maharti Networking | Rabu, 16 Agustus 2017 | Posted in , ,

Ilustrasi Foto:duniamisteri.blogspot.com

BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG--Jika tidak aral melintang, pagi dini hari sekira pukul 03.00 WIB sebanyak 17 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Banten akan menuju ke Gunung Anak Krakatau untuk memperingati detik-detik kemerdekaan di gunung sejarah tersebut.

Menurut Ketua Bidang Humas DPW PKS Banten, Yoga Utama, Gunung Anak Krakatau sengaja dipilih untuk merayakan peringatan 17 Agustus tahun ini karena gunung tersebut memiliki sejarah yang mendunia dan ada di Banten. 


"Rencana kita berangkat dari Markaz DPW PKS Banten sekira pukul 03.00 WIB menuju ke Kawasan Pantai Carita. Untuk selanjutnya istirahat sejenak di sana di usai Subuh kita ke laut dengan both," kata Yoga melalui pres releasenya yang dikirimkan ke BantenPerspektif.Com, Rabu (16/8/2017).

Ditambahkan Yoga, rencananya Ketua DPW PKS Banten akan turut serta dalam rombongan bersama kader. "Di lokasi kita akan melakukan upacara detik-detik Proklamasi dan dilanjut dengan aksi sosial lingkungan," kata Yoga.

Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu ikon destinasi wisata di Banten yang menjadi tujuan turis baik domestik maupun asing. Kisah gunung ini begitu mendunia saat meletus beberapa tahun silam. 

Kedahsyatan letusan Gunung Krakatau tersebar hingga ke seluruh penjuru bumi. Suara dentumannya yang terdengar sampai Diego Garcia di Samudra Hindia, bahkan gelombang tsunami yang ditimbulkannya dilaporkan mencapai pesisir Afrika Selatan dan Selat Channel yang membelah Inggris dan Prancis.Kisah dahsyatnya letusan Gunung Krakatau ternyata pernah terjadi di tahun 416 Sebelum Masehi. 

Cerita ini dilukiskan dalam Kitab Pustaka Raja Purwa. Kitab ini melukiskan dahsyatnya dampak yang ditimbulkan oleh letusan Krakatau hingga mampu memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera. Tulisan ini membuat banyak ahli percaya bahwa kedua pulau ini merupakan satu rangkaian.

Dunia dalam beberapa saat lagi akan didominasi generasi baru, mereka memiliki karakter kuat yang memang dibutuhkan ruang-ruang publik. Kehadiran generasi baru ini penting untuk menghentakan kefakuman kreativitas dari generasi sebelumnya. 

Sumber Press Release
Editor Karnoto

M.Reza Jahid, Dididik Ayah Disiplin, Sering Tausiah di Kepolisian

Posted by Maharti Networking | | Posted in ,



Ketegasan dan kedisplinan yang pernah dirasakan seseorang saat masa kecil dari sang Ayah menjadi pemicu kesuksesan. Inilah yang dialami M.Reza Jahid, MA, pria kelahiran Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten 19 Desember 1984.

Reza, sapaan akrab M. Reza Jahid, beruntung karena mendapatkan Abah Suherman, ayah Reza yang telah mendidik dengan kedisplinan. Rupanya pendidikan dari Sang Ayah menjadikan Reza sukses seperti sekarang ini.

Alumnus S2 Univesitas Kairo Mesir ini masih teringang bagaimana Ayahnya mendidik dengan penuh kecintaan dan kedisplinan. Dari cara pendidikan yang ia terima dari Sang Ayah, Reza bisa menjalani hidup di jalan yang benar. "Ada pesan Ayah yang sampai sekarang masih ingat, yaitu agar ketika saya kuliah di luar negeri seperti Timur Tengah agar tidak mentimur tengahkan Indonesia. Itu pesan Ayah," kata Reza. 

Sejak kecil Reza terkenal anak yang tawadhu dan soleh. Ini lantaran didikan dari sang Ayah yang merupakan alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur. Reza menuturkan jika dirinya banyak belajar tentang hidup dari Sang Ayah, dimana bisa bergaul dengan siapapun tanpa membeda-bedakan kelas sosial.

Ingin Majukan Pesantren
Reza yang pernah mengenyam studi di Malaysia, tepatnya di Universitas Islam Malaysia, memiliki cita-cita ingin memajukan Ponpes yang didirikan Sang Ayah. Ia ingin memadukan konsep pendidikan dengan dua pesantren, yaitu Ponpes Gontor dengan Ponpes Tebuireng.

Ia memiliki tanggungjawab moral untuk bisa menerukan Ponpes agar lebih maju lagi. Pesantren itu semula berbentuk Panti Asuhan yang diisi 1 orang. Kini, Ponpes tersebut semakin berkembang dan tak lama lagi akan segera didirikan SMA/SMK. "Biaya di Ponpes Nurul Mursyidah tidak seperti seperti Ponpes modern lain, karena kami relatif lebih murah. Untuk biaya masuk SMP Rp 1.035.000 (sudah termasuk uang makan bulan pertama), sedangkan SMA Rp 1.135.000. Dana ini sudah termasuk uang makan bulan petama. Untuk seterusnya biaya makan setiap bulan  Rp 250.000 (SMP) dan Rp 300.000 (SMA/SMK)," terang alumni PM Gontor ini.

Ponpes Nurul Mursyidah yang berlokasi di Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang ini juga tidak memungut uang bangunan. Untuk menutupi pembiayaan Ponpes ini mengandalkan hasil kebun, perikanan , sawah yang tiap hari ayahnya garap.

Untuk mengenalkan Ponpes kepada masyarakat lebih luas, Reza pun mengadakah Tausiyah Kebangsaan dalam rangka HUT RI Ke-72 di Ponpes Nurul Mursyidah. Hadir dalam acara tersebut Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan KH. Miftah Faqih, MA (Katib Syuriah PBNU). 

Reza juga dikenal suka memberikan tausiyah di kantor - kantor bahkan suka diminta untuk memberikan bimbingan (konsultasi agama) secara personal dan sukarela. Ia juga sering mengisi tausiah di Kantor Polsek Cadasari, tak heran ia salah satu ustad yang dikenal dikalangan kepolisian, mulai dari Polsek, Polres hingga Polda Banten,   Polda banten kerap meminta santrinya untuk hadir pada acara Istighosah dan sebagai bentuk partisipasi dan sinerginya antara pondok pesantren dengan pihak pemerintah maupun pihak keamanan.


BIODATA :
Nama : M. REZA JAHID.MA
TTL : Pandeglang, 19 Desember 1984
Alamat : Kp. Karangtanjung-Pandeglang
Pekerjaan : Pendidik di Ponpes Nurul Mursyidah Karang Tanjung Pandeglang
Riwayat pendidikan 
SD : SDN Cikentrung 1 Cadasari
Smp : SMPN 1 Cadasari
Sma : PM. Darussalam Gontor
S1 : Universitas Islam Malaysia
S2 : Unkversitas Kairo Mesir
Nama ayah : Drs. KH. E. Suheran AN, M.MPd.
Nama ibu : Hj. Siti Aminah, S.Pd.I
Anak ke : pertama dari empat bersaudara
Nama adik :
1. Abdullah Fauji, S.H.
2. Intan Himatul Aliyah, S.E, M.Pd.
3. Cici Nurul Fauziah, S.Tr.Keb.
Hobi : membaca dan wisata religi
Makanan fav : Kurma
Minuman fav : kopi hitam
Motto : jangan menyakiti orang lain, merugikan orang lain dan bermanfaatlah bagi orang lain
Buku atau kitab yang disukai : Sirrul asror (syekh abdul qadir jaelani) dan kitab Al-Hikam (Ibnu Atha'illah)

Penulis Miko
Editor Karnoto

Menanti Lahirnya Generasi Baru di Ranah Publik

Posted by Maharti Networking | Selasa, 15 Agustus 2017 | Posted in



Dunia dalam beberapa saat lagi akan didominasi generasi baru, mereka memiliki karakter kuat yang memang dibutuhkan ruang-ruang publik. Kehadiran generasi baru ini penting untuk menghentakan kefakuman kreativitas dari generasi sebelumnya. 

Generasi baru ini memiliki cara pandang berbeda dari generasi sebelumnya, terutama tentang cara menyelesaikan persoalan dalam urusan publik. Mereka lebih cepat dan memiliki semangat yang menjadi energi bagi mereka.

Generasi baru ini telah mampu membaca gejala-gejala masa depan. Mereka akrab dengan pergaulan dunia, terbuka dengan perubahan zaman dan memiliki kekokohan dalam memegang prinsip. Mereka adalah generasi yang lahir pada tahun 80-an. Generasi baru ini pun akan dilanjutkan oleh generasi Alfa, mereka yang lahir tahun 2000 an.

Baca Juga:

Ihyauddin Rosyadi, alumni Universtias Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten adalah salah satu sosok itu. Pria kelahiran Cipocokjaya,  Kota Serang,  Banten 13 Maret 1988 ini menjadi generasi baru yang "dipaksa" kesiapannya untuk mengisi ruang-ruang publik. Tak hanya itu, generasi baru ini juga harus mampu melahirkan pemikiran-pemikiran original tentang bagaimana mengatasi semua persoalan.


"Kesiapan generasi baru untuk mengisi ruang-ruang publik memang keniscayaan karena memang dibutuhkan di tengah kondisi seperti sekarang ini," kata Ihya, sapaan akrab Founder Pemuda Berdaya.

Bagi Ihya, generasi baru saat ini tak bisa sifatnya menunggu tetapi harus gerak dan menjadi motivator serta inspirasi. Syarat untuk semua itu melekat pada sosok generasi baru. 

Advertorial BantenPerspektif.Com




Ulama dan Pemerintah Harus Sinergi

Posted by Maharti Networking | Senin, 14 Agustus 2017 | Posted in ,


BANTENPERSPEKTIF. COM,  Pandeglang---Ulama dan pemerintah harus bersinergi untuk bersama-sama membangun Pandeglang.

Demikian dikatakan Irna Narulita,  Bupati Pandeglang saat menghadiri acara Tausyiah Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Mursyidah,  Karang Tanjung,  Pandeglang,  Senin (14/8/2017).

"Pemkab Pandeglang akan terus melakukan pembinaan Ponpes melalui dana APBD atau dana hibah, " kata Irna.

Acara dalam rangka menyambut HUT RI ke 72 ini bertemakan "Mensyukuri Anugerah Kemerdekaan Indonesia".  Hadir pada acara tersebut,  KH E. Suherman (Pimpinan Ponpes Nurul Mursyidah), Dr. KH. Miftah Fakih (Khatib/Sekjen Syuriah PBNU),  dihadiri sekitar 700 orang dan sejumlah pejabat,  diantaranyaOhis Solihin (Asda I Setda Pandeglang), Cecep Juanda (Kepala Dinas UMKM Pandeglang), Ahmad Suja'i (Kasi Syariah Kemenag Pandeglang), Masnun (Kepala KUA Karang Tanjung), tokoh masyarakat, tokoh Agama, Wali santri, santi, dan para tamu undangan.

Sementara itu,  KH E. Suherman (Pimpinan Ponpes Nurul Mursyidah),  mengatakan,
ulama adalah pewaris para nabi dan santri adalah pewaris para kiyai. Maka para kiyai harus mempunyai jiwa sabar dalam menghadapi kelakukan santri yang bermacam-macam.

"Pendidikan karakter di pondok pesantren diantaranya ketaatan pada kiyai dan menjaga kebersihan lingkungan termasuk Masjid secara keseluruhan lengkap dengan tempat wudhu dan toiletnya, " katanya.

Ia bersyukur karena diberi kesempatan untuk memimpin Pondok Pesantren Nurul Mursyidah. Pihaknya bisa membangun ponpes Mursyidah atas berkah dari Allah dan doa santri pada salat tahajud, dhuha.

"Mudah-mudahan Tausyiah Kebangsaan ini akan dapat dijadikan bekal untuk generasi-generasi Nurul Mursyidah untuk hidup dan bekerja di tengah masyarakat, " katanya.

Ahmad Suja'i (Kasi Syariah Kemenag Pandeglang) mengatakan,
Kemenag Pandeglang mengapresiasi karena terselenggaranya kegiatan ini dan semoga membawa keberkahaan bagi santri Ponpes Mursyidah dan santri se-Kabupaten Pandeglang.

Di tempay yang sama,  Dr. KH. Miftah Fakih (Khatib/Sekjen Syuriah PBNU) mengatakan, santri harus sadar akan sejarah maka tahun 1.888 M di Banten pernah terjadi pergolakan luar biasa yang dipimpin para Tokoh Agama untuk melawan tradisi barat yang ada di Banten.

"Kesadaran terhadap tanah air dimulai dari dunia pesantren sejak abad 18. Hal itu dibuktikan pada 1.844 di Aceh terbentuk Jumhuriyah Indonesia sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air, " katanya.

Menurutnya, peran para kiyai dalam Kemerdekaan RI sangat besar tapi tidak ada bukti lembar sejarah, di lembaga pendidikan formal tidak diajarkan peran kiyai. Untuk itu, perlu diajarkan kepada generasi muda.

Penulis | Miko
Editor | Karnot

Tak Mau Ambil Risiko, Golkar Usung Incumbent

Posted by Maharti Networking | Sabtu, 12 Agustus 2017 | Posted in , ,



BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG-- Partai Golkar tak mau ambil risiko pada Pilkada 2018 di Banten. Hal ini terlihat dari  nama yang direkomondasikan DPP Partai Golkar. Nama-nama tersebut adalah incumbent di empat kepala daerah.

Nama-nama tersebut yaitu Sachrudin untuk calon Walikota Tangerang. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil wakil Walikota Tangerang. Di Lebak ada nama Iti Octavia Jayabaya yang juga Bupati Lebak. Di Kabupaten Tangerang Golkar pun kembali mencalonkan Zaki Iskandar dan untuk Pilkada Kota Serang Golkar mencalonkan Vera Nurlaela yang tak lain adalah istri Walikota Serang, Tubagus Haerul Jaman.

Pengumuman empat nama tersebut telah resmi disampaikan DPP Golkar pada Kamis (10/8/2017) di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang. DPP Golkar diwakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu Jawa I DPP Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa. Hadir dalam pres conferense tersebut Ketua DPD Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya masih terus melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain.  

"Ada tugas yang diberikan kepada DPD dan calon, yaitu untuk melakukan  komunikasi politik untuk mencari partai pengusung dan pendamping, setelah ini kita akan jalan, kita akan rapat lagi, kriterianya masih dirahasiakan," katanya.

Terpisah, Vera Nurlaela mengatakan bahwa dirinya masih melakukan komunikasi politik kepada seluruh partai termasuk para calon. Belum diketahui siapa nama yang akan mendampingi Vera pada Pilkada Kota Serang 2018. "Bisa politisi tapi bisa juga birokarat, kita masih terus melakukan komunikasi," kata Ketua DPD Golkar Kota Serang, Ratu Riya Maryana.

Sumber Liputan
Editor | Karnoto 

Ratu Anisa, Sosok Dibelakang Kesuksesan Lalu

Posted by Maharti Networking | Jumat, 11 Agustus 2017 | Posted in ,


BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG-- Dibalik kesuksesan laki-laki maka pasti ada peran dibelakang layar, yaitu istri. Ini pula yang dialami Lalu Atharussalam Rais, bakal calon Walikota Serang.

Adalah Ratu Anisa Lalu, istri bakal calon Walikota Serang yang memberikan support penuh kepada karir sang suami, mulai dari meniti karir di birokrasi hingga saat ini. Anisa, demikian wanita berhijab ini biasa disapa, juga ikut mensosialisasikan Lalu yang akan maju pada Pilkada Kota Serang 2018 mendatang.

Wanita cantik ini bahkan sering terlihat saat Lalu berkunjung ke komunitas di Kota Serang untuk sosialisasi rencana pencalonan tersebut. Anisa menuturkan bahwa selama mendampingi sang suami di birokrasi dirinya yakin bahwa Lalu memiliki integritas.

Baca Juga:
Nuraeni Mulai Lakukan Serangn Udara
Strategi Komunikasi Pemasaran Daerah

"Alhamdulillah Bapak (Lalu Atharussalam Rais) sampai pensiun dari Sekretaris Daerah Kabupaten Serang selamat, karena memang tak pernah macam-macam," kata Anisa kepada BantenPerspektif.Com.

Bagi Anisa, keinginan sang suami untuk maju pada Pilkada Kota Serang tak lain ingin memberikan sumbangsih dengan pengalaman selama 30 tahunan lebih di lingkungan birokrasi. "Sebetulnya niatan Bapak lebih kepada keinginan agar Kota Serang lebih maju," kata Anisa.

Sosok Anisa menjadi penyemangat Lalu dalam pencalonan sebagai Walikota Serang pada perhelatan Pilkada Kota Serang 2018. Seperti diketahui, Lalu berencana maju pada Pilkada Kota Serang. Lalu merupakan mantan Sekda Kabupaten Serang dan telah puluhan tahun menjadi birokrat.

Sumber | Wawancara
Editor | Karnoto

9 Perempuan Calon Anggota Bawaslu Banten Ikut Tes

Posted by Maharti Networking | | Posted in ,

Seleksi Calon Anggota Bawaslu Banten--Sembilan perempuan calon anggota Bawaslu Banten perempuan menyempatkan foto bersama disela-sela menjalani tes kesehatan, Jumat (11/8/2017). 

BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG-- Sebanyak sembilan perempuan dari 79 orang calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi Banten mengikuti serangkaian tes, mulai tes tertulis, kesehatan dan psikologi pada Rabu (9/8/2017) hingga Jumat (11/8/2017). Mereka adalah yang telah lolos dalam verifikasi berkas beberapa waktu lalu.

Sembilan perempuan tersebut beragam latarbelakang, mulai dosen, wiraswasta, mantan anggota KPUD. Sesuai jadwal yang dipublikasi Tim Seleksi Bawaslu Propinsi Banten, pengumuman hasil tes tersebut akan dilakukan pada Selasa (15/8/2017). 

Sebelumnya seluruh peserta yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi berkas pendaftaran calon anggota Bawaslu Provinsi Banten mengikiti tes Computer Assisted Test (CAT) di Laboratorium SMKN 1 Kota Serang Rabu (9/8).

Murniawati, salah satu calon anggota Bawaslu Banten mengatakan, prosesi tes berjalan lancar dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Timsel Bawaslu Banten. Terkait hasil, alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah ini menyerahkan sepenuhnya kepada Timsel Bawaslu Banten.

"Yang penting semua sudah dijalani prosesnya, adapun hasil saya dan teman-teman juga tidak tahu diantara sembilan perempuan yang bakal lolos," kata Murni. Selain Murniawati ada nama lainnya diantaranya Nizla Rohaya, Nani Sumarni, Ulfi Ulfiah, Desty Setyawati, Nuryati Solapari, Euis Yuliawati, Ida Jahidatulfalah. 

Baca Juga:
Nuraeni Mulai Lakukan Serangn Udara
Strategi Komunikasi Pemasaran Daerah

Pada kesempatan tersebut pelaksanaan test diselenggarakan oleh Tim Seleksi Bawaslu Provinsi Banten yang dipantau dan disuport langsung oleh Tim dari Bawaslu RI.


“Hari ini pelaksanaan test psikologi bekerjasama dengan Tim Dokter Kesehatan Polda Banten, setelah kemarin seluruh peserta mengikuti tes CAT” ujar Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, Eka Satia Laksmana.

Peserta yang lolos nantinya akan mengikuti tes psikologi kedua dan dilanjutkan dengan tes wawancara oleh Timsel Bawaslu Banten untuk selanjutnya akan disaring lagi dan diumumkan siapa saja yang lolos. Hasil seleksi yang dilakukan Timsel Bawaslu Banten selanjutnya akan diserahkan ke Bawaslu RI.

Sumber | Press Relase
Editor | Karnoto

ADVERTORIAL


17 Kader PKS Banten Akan Peringati Kemerdekaan di Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi Foto:duniamisteri.blogspot.com BANTENPERSPEKTIF.COM , KOTA SERANG--Jika tidak aral melintang, pagi dini hari sekira pukul 03...

IKLAN


IKLAN