Post views: counter

Header Ads

Encop Sofia; Merubah Mainstream Politik Kaum Perempuan





#Encop Sofia, Anggota DPRD Propinsi Banten
Merubah Mainstream Politik Kaum Perempuan

Politik itu keras, dunianya laki-laki. Siapa yang kuat dia yang menang.

Ini cara pandang yang keliru dan harus dilurusan, terutama untuk kaum perempuan.

Sebelum mempelajari ilmu politik di Hawai University Amerika Serikat, Encop Sofia alergi dengan yang namanya politik. Politik itu dunianya kaum laki-laki, keras dan menganut paham siapa yang kuat maka dialah yang menang. Namun setelah mempelajari ilmu politik tanpa sengaja di negeri Paman Sam tersebut cara pandang terhadap politik pun berubah.


Politik itu sesungguhnya salah satu upaya atau stategi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagaimana memberdayakan kaum perempuan bisa dilakukan melalui politik. Kebijakan-kebijakan penting yang terkait dengan publik, khususnya perempuan digodok dan diputuskan melalui politik. 




“Nah kalau misalkan tidak ada keterwakilan perempuan dalam politik, lalu bagaimana isu-isu perempuan bisa diperjuangkan. Di sinilah mengapa saya terjun ke dunia politik dan harapan saya kaum perempuan Indonesia harus melek politik supaya bisa mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang terkait dengan perempuan,” kata Encop kepada Banten Perspektif di salah satu kafe di Summarecon Mall Serpong (SMS), Tangerang Selatan.


Pembawaanya yang kalem, tutur katanya yang lembut tapi padat berisi membuat Encop mendapat kepercayaan dari masyarakat di daerah pemilihan Kota Serang. Alumnus Usuludhin Universitas Islam Nasional (UIN) Syarief Hidayatullah ini terlihat begitu yakin bahwa dunia politik tidak sekeras atau kaku seperti yang digambarkan sebagian masyarakat.


Keyakinan itu bukan tanpa alasan, selama lima tahun menjadi anggota DPRD Kota Serang, politisi perempuan dari Partai Gerindra ini telah sedikit mewarnai mainstream politik di mata perempuan. Wanita berhijab ini pun kembali membuktikan keyakinan itu di ajang pemilu 2014 yang kemudian mengantarkannya menjadi anggota DPRD Propinsi Banten dari partai yang sama.


Wanita cantik ini mengaku optimistis suatu saat akan semakin banyak kaum perempuan terjun ke dunia politik. “Politik itu suatu keharusan, karena sesungguhnya dalam aktivitas sehari-hari kita bermain politik. Hanya saja ruang lingkupnya yang berbeda,” tuturnya. Jadi intinya, semua orang itu tidak bisa lepas dari dunia politik. Apapun profesi dan status sosial seseorang, pasti melakukan aktivitas politik.


Dukungan Keluarga

Menjadi seorang politisi bagi perempuan tentu memiliki konsekuensi terhadap keluarga, khususnya perihal waktu. Untuk itu dukungan dari keluarga memiliki arti bagi Encop. Politisi Partai Gerindra ini bersyukur karena mendapat support dari keluarga. “Kalau saya tipe Ibu yang memberikan ruang terbuka bagi anak-anak untuk mendiskusikan segala sesuatu, termasuk dalam urusan politikpun anak-anak sering mengutarakan pertanyaan,” aku Encop.

Aktivitasnya dalam dunia politik membuuat anaknya pun menjadi sensitif terhadap persoalan politik yang terjadi baik di Banten maupun nasional. Menurut Encop, anak semata wayangnya yang masih duduk di bangku SMP sering menanyakan persoalan politik, seperti perseteruan KPK dan POLRI, kondisi jalan rusak dan masalah sosial politik lainnya. 



“Suatu ketika anak saya mempertanyakan fungsi Dewan perihal pengawasan. Saya sih bersyukur saja karena memang kita tidak bisa lepas dari politik, siapapun dia dan darimanapun mereka karena politik lekat dengan keseharian kita dalam masyarakat,” katanya. 

PENULIS |  KARNOTO
FOTO | DOC.PRIBADI



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.