Post views: counter

Header Ads

Pasca Cicit Syekh Nawawi AlBantani Ini Bersaksi


BANTENPERSPEKTIF, JAKARTA--- Tudingan Ahok dan Tim Penasehat Hukumnya perihal percakapan melalui telepon antara SBY dan KH Ma;ruf Amin  membuat publik bertanya-tanya, apakah itu hanya akal-akalan atau benar adanya. Jika benar, dari mana mereka mendapatkan sadapan tersebut.

Menurut sejumlah informasi yang beredar, nomor ponsel yang digunakan KH Ma'ruf Amin adalah dari operator Telkomsel. Namun sebagaimana dilansir RimaNews, pihak Telkomsel tak tahu menahu perihal percakapan tersebut. 

“Informasi mengenai (penyadapan) itu, dapat ditanyakan langsung kepada sumber pemberitaan,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, hari ini, menjawab pertanyaan Rimanews.

Seperti diketahui, Tim Pansehat Hukum Ahok berdalih akan menunjukan bukti ke pengadilan terkait percakapan antara SBY dan KH Ma'ruf Amin beberapa bulan lalu. Tak hanya dituding percakapan, KH Ma'ruf Amin juga ditanya hingga empat kali lebih dalam persidangan kemarin.

"Sekali lagi, apakah saudara saksi pernah melakukan percakapan dengan SBY?" tanya salah seorang Penasehat Hukum Ahok. Meski yang bersangkutan sudah menjawab tidak, namun Penasehat Hukum Ahok seperti tidak puas dan menanyakan berulang-ulang. 

Bahkan mereka berdalih memiliki bukti percakapan tersebut. Usai sidang, publik pun geram dan mengecam perilaku Ahok dan Penasehat Hukumnya. Mereka dinilai telah merendahkan KH Ma'ruf Amin sebagai ulama besar yang dimiliki Indonesia. 

Kecaman datang dari berbagai kalangan, ormas Islam dan daerah di Indonesia. Dan salah satunya adalah dari Provinsi Banten. Jawara Banten merasa terusik dengan perlakuan Ahok dan Penasehat Hukumnya terhadap KH Ma'ruf Amin, yang tak lain adalah cicit dari KH Syekh Nawawi Al Bantani, ulama Banten kharismatik yang bukan saja diakui di tanah air namun di dunia.

Selain itu, KH Ma’ruf Amin menjadi salah satu anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) pada Muktamar Ke-33 NU yang kemudian ditetapkan menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dan di Majelis Ulama Indonesia, ia juga menjadi Pengasuh Pesantren “An-Nawawi” di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Setelah mendapat kecaman dari berbagai elemen, mulai dari ormas Islam, tokoh muslim, tokoh politik, ulama, jawara dan pemuda, Ahok meminta maaf sebagaimana yang pernah ia lakukan saat kasus penistaan Agama. Sementara itu, Penasehat Hukum Ahok beralibi bahwa bukti yang dimaksud hanya akan diserahkan kepada Majelis Hakim. 

Sebagaimana disampaikan salah satu pengacara Ahok di TVOne, kemarin, mereka terkesan menghindar ketika ditanya perihal bukti yang dituduhkan kepada KH Ma;ruf Amin. Bahkan Ahok sendiri mengaku tidak tahu menahu perihal itu. Padahal saat persidangan mereka begitu percaya diri dan sempat mencecar soal itu kepada KH Ma;ruf Amin.

SUMBER | DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER
FOTO  | MERDEKA




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.