PerspektifTV

Header Ads

Digertak Belanda, Erdogan Bekukan Hubungan Dengan Belanda

Turki Bekukan Hubungan dengan Belanda

BANTENPERSPEKTIF.COM, TURKI--Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan benar-benar seorang presiden pemberani, digertak oleh Belanda ternyata bukan menciut nyalinya, tapi justru menjawab dengan tindakan tegas yaitu dengan pembekuan hubungan Turki dengan Belanda.

Jawaban Erdogan atas gertakan Belanda membuat negara tersebut kaget dan tidak menyangka kalau Turki akan seberani itu. Panasnya hubungan dua negara tersebut bermula ketika Belanda melarang dua menteri asal Turki mendarat ke Belanda. 

Pelarangan oleh Belanda bermula ketika Turki berencana mengubah amandemen undang-undang untuk menjadi negara dengan sistem presidensial. Belanda tidak suka dengan rencana tersebut, namun bukan Erdogan namanya kalau melakukan segala sesuatu tanpa perhitungan matang.

"Anda (Belanda) telah menghidupkan Nazisme dan Fasisme," kata Erdogan. Ia pun langsung menyegel Kedutaan Besar Belanda di Turki. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus mengatakan, Ankara mengaku marah terutama ketika pemerintah menghalangi pesawat Menteri Luar Negeri Turki mendarat dan mengusir keluarga menteri akhir pekan lalu.

Tempat tinggal Duta Besar, kuasa usaha dan Konsul Jenderal Belanda di Turki juga ditutup. Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Ankara untuk sementara tidak menghendaki Duta Besar Belanda yang sedang cuti kembali ke Turki.

”Ini telah dijelaskan kepada rekan-rekan kami bahwa keputusan penutupan ini diambil sebagai perlawanan Turki dan masyarakat Turki di Belanda yang akan menyebabkan masalah diplomatik, politik, ekonomi dan yang lain secara serius,” bunyi pernyataan kementerian Luar Negeri Turki seperti dikutip Reuters, Ahad (12/3/2017).

Sebelumnya, dua menteri Turki, Menteri Urusan Keluarga Fatma Betul Sayan Kaya dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu semula dijadwalkan untuk menggalang dukungan dari kalangan warga Turki yang bermukim di Belanda guna mendukung referendum namun kehadirannya ditolak pihak Belanda. Rencana Turki ini juga dihalangi Jerman dan Austria dengan alasan faktor keamanan.

REDAKSI |  DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER
FOTO | NET



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.