Header Ads

Investasi Asing di Banten Urutan Ke-3 Setelah Jakarta


BANTENPERSPEKTIF.COM, SERANG-- Realisasi investasi di Provinsi Banten tidak hanya berhasil melampaui target daerah, namun juga berhasil menembus target nasional. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Banten, total realisasi investasi Provinsi Banten tahun 2016 mencapai Rp. 52,3 triliun dengan 2.980 proyek dari target nasional sebesar Rp. 50 triliun dan target daerah sebesar Rp. 14,1 triliun. Dengan demikian, tingkat capaian realisasi investasi di Banten tahun 2016 sebesar 104,60 persen dari target nasional dan 370,92 persen dari target daerah.

Peningkatan realisasi investasi juga diikuti dengan tingginya minat investor asing dalam menanamkan modalnya di Banten. Berdasarkan LKPM tersebut, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Banten tahun 2016 menempati urutan ke-3 setelah DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai 2.912,1 juta US$ dari 2161 proyek. Sementara  itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Provinsi Banten berada di peringkat ke-4 dengan nilai investasi mencapai Rp 12,42 triliun dengan 496 proyek.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana menjelaskan, capaian investasi tersebut merupakan indikator bahwa peluang dan potensi penanaman modal di Banten masih cukup tinggi. Wahyu menjelaskan, sektor investasi yang paling banyak diminati PMDN tahun 2016 ialah industri logam dasar, mesin, dan elektronik sebanyak 86 proyek dengan nilai Rp. 1,7 triliun. Disusul oleh industri karet, barang, dan plastik sebanyak 58 proyek dengan nilai investasi Rp. 693,4 miliar dan industri makanan sebanyak 58 proyek dengan nilai investasi Rp. 2,0 triliun. 

“Saat ini kita terus mengoptimalkan layanan kemudahan invstasi bagi investor, diantaranya layanan Kawasan Langsung Industri Kawasan (KLIK). Kita akan terus lakukan promosi pada investor dari berbagai mancanegara bersama BKPM RI,” katanya pada acara Talk Show Realisasi Investasi Banten, Kamis (09/3) di aula DPM PTSP Banten, Kota Serang.

 Sementara itu, sektor yang paling banyak diburu PMA ialah perdagangan dan reparasi sebanyak 447 proyek dengan nilai investasi 27.851 US$, disusul sektor industri logam dasar, mesin, dan elektronik sebanyak 315 proyek dengan nilai investasi 589.646 US$, dan  industri kimia dasar sebanyak 223 proyek dan nilai investasi 1,1 juta US$.

Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Provinsi Banten Dudi Adiyatna  memaparkan, meski pertumbuhan ekonomi di Banten mengalami perlamabatan dari 5,44% (yoy) di tahun 2015 menjadi 5,26 (yoy) di tahun 2016, namun nilai investasi PMA dan PMD mengalami peningkatan seignifikan. “Peningkatan investasi ini berdampak pada peningkatan jumlah partisipasi tenaga kerja,” jelasnya saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Wilayah Investasi 
Dari sebaran investasi pada Januari-Desember Tahun 2016, seperti tahun sebelumnya, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 1,48 miliar US$ dengan 193 proyek, disusul berturut-turut Kabupaten Tangerang sebesar 421 juta US$ dengan 815 proyek, Kabupaten Serang sebesar 338 juta US$  dengan 330 proyek, Kota Serang sebesar 302 juta US$ dengan 38 proyek, Kota Tangerang 223,8 juta US$ dengan 560 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar 115 juta US$ dengan 194 proyek, Kabupaten Lebak sebesar 26 juta US$ dengan 27 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar 1,4 juta US$ dengan 4 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kabupaten Tangerang menempati urutan pertama dengan nilai investasi Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 6,1 triliun dengan 212 proyek, disusul berturut-turut yakni Kota Tangerang sebesar Rp. 2,4 triliun dengan 111 proyek, Kota Cilegon sebesar Rp. 2,3 triliun dengan 49 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp. 715 miliar dengan 73 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp. 657 miliar dengan 23 proyek, Kota Serang sebesar Rp. 35,4 miliar dengan 11  proyek, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp. 16,5 miliar dengan 7 proyek, dan Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 2,1 miliar dengan 10 proyek.

Berdasarkan Negara Asal
Sementara itu, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten, sepanjang tahun ini, Jepang merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi sebesar 893,8 juta US$ dengan 227 proyek. Selanjutnya berturut-turut, negara Singapura sebesar 474 juta US$ dengan 412 proyek, R.R Tiongkok sebesar 447,6 juta US$ dengan 220 proyek, British Virgin Islands sebesar 295 juta US$  dengan 106 proyek, Swiss sebesar 289 juta US$ dengan 28 proyek, Thailand sebesar 191 juta US$  dengan 28 proyek, dan Malaysia sebesar 96 juta US$  dengan 104 proyek. 

REDAKSI |  BANTENPERSPEKTIF.COM
FOTO | BKPMT BANTEN

Diberdayakan oleh Blogger.