PerspektifTV

Header Ads

Laju Pertumbuhan Ekonomi Banten Alami Perlambatan



BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG-- Bank Indonesia menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten bertema mendorong reformasi pangan dengan menjamin ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. 

Turut hadir dua kepala daerah Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bupati Pandeglang Irna Narulita sekaligus menjadi narasumber dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang (13/4/17).

Dalam paparannya iti menjelaskan, beberapa program dan kebijakan dalam upaya pengembangan sektor pertanian diantaranya program peningkatan ketahanan pangan, program peningkatan penerapan teknologi pertanian, program peningkatan produksi peternakan.

Selain itu, Itu juga memaparkan program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, program peningkatan kesejahteraan petani, program peningkatan produksi pertanian, perkebunan, program pemberdayaan penyuluh petani/ternak, program pengembangan budidaya perikanan, program pengembangan sistem perikanan tangkap, program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. 

"Saya berharap kepedulian dari seluruh stakeholder dapat berperan serta dalam pembangunan pertanian. " kata Iti.Ditambahkan  Iti,  dengan adanya kebijakan yang bersifat afirmatif kepada Kabupaten Lebak itu dalam upaya pembangunan pertanian serta dengan adanya regulasi yang berpihak kepada petani terkait dalam peningkatan nilai mutu tukar petani. 

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten Budiharto Setiawan mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten mengalami perlambatan sebesar 5,4%, namun demikian pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang mencapai 5,02% pada tahun 2016,  

Berdasarkan lapangan usaha perekonomian, Banten didorong oleh industri pengolahan yang memberikan sumbangan hingga mencapai 32,6%, pedagang besar dan eceran 11,94%, transportasi dan komunikasi 10,72%, konstruksi 10,10% dan lapangan usaha real estate sebesar 7,26%.

Budiharto juga menyampaikan hasil kajian Bank Indonesia diketahui terdapat keterbatasan kelompok pangan dimulai dari ketersediaan laham, produktifitas, infrastruktur dan pembiayaan. 

Rapat koordinasi ini diharapkan melahirkan pemikiran strategis bersama dalam merumuskan pengendalian inflansi di provinsi banten serta mendukung ketahanan pangan yang dapat menumbuhkan ekonomi stabil dan berkelanjutan.

SUMBER |  PRESS RELEASE 
FOTO | HUMAS LEBAK



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.