PerspektifTV

Header Ads

Pemandangan Kontras Kemajuan



BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK---Menjelang siang, rombongan kami, yang saat itu sedang melakukan kunjungan dan pertemuan ke beberapa daerah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memasuki Kampung Cangkek, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja, boleh dibilang inilah Ibukota Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, jalan berdebu, karena tak jauh dari kampung tersebut sedang terus dilakukan pembangunan Perumahan Citra Maja Raya.


Panas sangat terik, semakin tampak debu berterbangan. Kendaraan proyek hilir mudik, lubang-lubang danau yang semula merupakan bekas galian pasir telah diurug, yang selanjutnya akan digunakan untuk perluasan kawasan perumahan tersebut.


Kami masuk lebih dalam ke perkampungan, telah terdapat dinding tembok tinggi, tak terbayangkan jika perumahan itu telah rampung 100 persen, akankah terisolir ? istilah warga Cangkek ‘Tembok Berlin’, menamai tembok tinggi tersebut. Selanjutnya, baru terasa suasana damai, begitu memasuki perkampungan, adem, sambutan hangat khas warga membuat kami lupa akan pemandangan panas berdebu yang baru saja kami rasakan.


Mayoritas kehidupan masyarakat Maja adalah bertani, dengan hilangnya lahan pertanian akan memunculkan masalah sosial ekonomi jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak hadir dalam 3 (tiga) hal utama kehidupan petani, yaitu : dalam penyediaan lahan, permodalan serta pembekalan pengetahuan dan teknologi. 


Sambutan-sambutan penerimaan dari tokoh dan aparat desa begitu terasa adanya kekhawatiran, adanya rasa cemas dibalut kesabaran, asa yang masih tersisa menyaksikan kondisi kampung mereka. Hamparan sawah yang tadinya masih mudah mereka temui mulai berkurang, 70 persen mata pencaharian mereka yang tadinya tani dan berkebun, saat ini mereka sudah harus mulai berpikir untuk ganti profesi.


Mereka menunggu jaminan terkait pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan. Apa yang harus kami lakukan untuk menghadapi perubahan, apakah kami hanya jadi penonton saja ujar mereka ?


Sekedar diketahui kawasan Citra Maja Raya merupakan kawasan kota terpadu diatas tanah seluas 2.000 ha dengan menjadikan Stasiun Maja Kabupaten Lebak sebagai simpul transportasi. Dalam pengembangan pertamanya diatas lahan seluas 430 Ha, Citra Maja Raya telah sukses membukukan penjualan fantastis, dimana telah terjual lebih dari lebih dari 7.000 unit dalam 11 hari. Sehingga kemudian Citra Maja Raya kembali akan memasarkan kawasan residensial terbaru seluas 300 Ha.


Ciputra Residence adalah salah satu pengembang dan merupakan anak perusahaan Ciputra Group yang juga merupakan salah satu pengembang terbesar di Indonesia. Ciputra Residence kini memfokuskan pengembangan proyek dalam skala kota. Perusahaan yang tersebar secara geografis di beberapa kota di Indonesia ini terkenal dengan pengembangan permukiman ternama serta berstandar tinggi dan memiliki integritas perusahaan dalam pengembangan suatu proyek permukiman.


Bukannya tidak diberi perlakukan oleh Pemkab, Desa ini telah mendapatkan beberapa program, diantaranya rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta Prasarana dan Sarana Utilitasnya (PSU), telah dibangun pula terutama jamban keluarga dan jalan lingkungan. Terkait dampak dari pengembangan "Kota Baru Publik Maja" Pemkab selalu mengawal melalui AMDAL, dimana mulai dari tahap kontruksi sampai operasional perumahan agar memanfaatkan tenaga kerja lokal. 


Akhirnya, suka tidak suka, menolak atau tidak, arus kemajuan akan terus merangsek. Bukan pilihan gampang. Harus move on, kata anak muda zaman sekarang. Tinggal bagaimana Pemerintah mempersiapkan pemenuhan Hak Dasar, peningkatan dan pemberdayaan SDM masyarakat sekitar serta pemberdayaan UMKM. Semoga ke depan masyarakat proaktif menyambut berbagai perubahan. Wallahu ‘alam bishawab.


PENULIS |  DIAN WAHYUDI

FOTO | DOC.PRIBADI



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.