PerspektifTV

Header Ads

Terima Keluhan Warga, Komisi IV Akan Tinjau ke Pabrik Semen Merah Putih


BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK---Komisi IV DPRD Propinsi Banten berencana melakukan tinjauan ke lokasi pabrik semen merek Merah Putih di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Tinjauan ini terkait banyaknya keluhan warga terhadap aktivitas pabrik tersebut.

Demikian dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Banten, Ade Hidayat melalui sambungan telepon dengan BantenPerspektif.Com, Senin (10/4/2017). Menurut Ade, pihaknya menerima keluhan warga diantaranya infrastruktur jalan di daerah tersebut menjadi rusak, polusi termasuk adanya penjagaan aparat yang berlebihan.

"Mestinya PT Cemindo Gemilang memiliki akses jalan tersendiri sehingga tidak menganggu jalan yang telah dibangun pemerintah daerah. Ada juga warga yang mengadu perihal polusi dan penjagaan yang berlebihan," kata politisi Partai Gerindra ini.

Ditambahkan Ade, Pemkab Lebak semestinya respek dengan keluhan warga tersebut sehingga tidak bisa mencarikan jalan keluar terhadap masalah tersebut. "Kami melihat Pemkab Lebak kurang care dengan keluhan warga terkait aktivitas pabrik semen tersebut," kata Ade.

Seperti diketahui, pabrik semen merah putih ini dibangun di daerah terpencil di Banten Selatan, tepatnya Kecamatan Bayah. Pabrik semen Merah Putih ini merupakan patungan dua perusahaan, yaitu Gama Group dengan perusahaan Singapura WH Investment. Pabrik ini dibangun di ketinggian 100 meter persis di atas pantai Selatan, Jawa Barat. 

Seperti yang dilansir detik.com, Investasi yang ditanamkan pabrik ini tergolong besar, yaitu mencapai Rp 7,8 triliun dengan jumlah pekerja kurang lebih 2.000 orang. Pabrik ini juga dilengkapi 3 dermaga kapal. Dermaga pertama bisa disandarkan kapal sebesar 10.000 dead weight ton, dermaga kedua bisa disandarkan kapal sebesar 10.000 dead weight ton sedangkan yang ketiga bisa disandarkan kapal sebesar 30.000 dead weight ton.

Sementara itu, saat BantenPerspektif.Com mengkonfirmasi pihak PT Cemindo Gemilang saat dihubungi ke nomor bebas pulsa yang tertera di website resmi perusahaan tersebut belum mendapat konfirmasi. Wanita yang mengangkat telepon kami tidak mengetahui masalah tersebut karena bukan bagiannya. 

SUMBER |  WAWANCARA
FOTO | DOC. HUMAS LEBAK



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.