Post views: counter

Header Ads

City Branding Jadi Guide Arah Kota

Tanpa branding maka sebuah arah pembangunan sebuah kota menjadi tidak jelas.
---Karnoto---

Kalau kita melihat kota-kota yang relatif baik dalam segi pembangunan dan pelayanan maka Anda akan menemukan branding kota tersebut. Sebut saja, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Kota ini dibranding sebagai Kota Kreatif dan tergolong sukses dengan dibuktikannya Bandung sebagai Kota Kretaif tingkat dunia. Ridwan Kamil, sang walikota yang juga seorang arsitek alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memberikan inspirasi bagi kepala daerah lain di Indonesia. Branding kota memang penting agar arah pembangunannya lebih jelas, tidak terkesan asal jalan tetapi terintegrasi antar satu instansi dengan instansi lain menuju satu arah yaitu branding kota tersebut.


Pengamatan saya di Banten, arah pembangunan kota menjadi remeng-remeng dalam konteks pembangunan. Satu instansi dengan instansi lain terkesan tidak kompak. Saya ambil contoh, misal ada sebuah kota yang memiliki potensi wisata sejarah yang luar biasa dan tidak dimiliki daerah lain. Namun karena tidak ada branding kota, misal sebagai Kota Wisata Sejarah, maka arah pembangunan menjadi kabur.


Dinas Pekerjaan Umum memprioritaskan jalan ke arah yang bukan menuju kawasan wisata sejarah, padahal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sendiri sedang getol getolnya memperbaiki kawasan wisata sejarah. Hal ini sering terjadi karena tidak ada branding kota yang sesungguhnya menjadi guide arah pembangunan daerah.Untuk itu City Branding memang penting dan ini mesti disadari oleh para kepala daerah, disamping ia sendiri melakukan personal brandingnya.


Ada beberapa hal yang mesti dilakukan untuk melakukan branding kota, yaitu menganalisa potensi apa yang paling menonjol di daerah tersebut, apakah pertanian, home industri, budaya atau pariwisatanya. Setelah itu, kita menetapkan branding kota. Langkah selanjutnya adalah melakukan Activiy Branding. Nah Activity Branding ini harus terkoneksi dengan instansi terkait sehingga mereka satu rel atau satu pemahaman tentang arah pembangunan kota.


Sayangnya, sejumlah kepala daerah di Indonesia tidak menyadari pentingnya branding kota. Wajar kalau kemudian arah pembangunannya tidak jelas dan tidak bisa memberikan efek yang luas dan baik kepada masyarakat. Branding kota juga tidak hanya bermanfaat bagi kota itu sendiri, namun juga memiliki efek positif bagi sang kepala daerah, terutama Gubernur Bupati dan Walikota.


PENULIS | KARNOTO

KONSULTAN BRAND | FOUNDER BANTENPERSPEKTIF



Diberdayakan oleh Blogger.