Header Ads

Dengar Longsor, Politisi PKS Tangsel Ini Langsung Tinjau Lokasi


BANTENPERSPEKTIF.COMKOTA TANGSEL -- Masduki, warga Kampung Koceak, Kranggan, Tangerang Selatan ini tak sanggup menyaksikan rumahnya hancur terseret tanah longsor. 

Ia memilih menjauh dari lokasi rumah yang dihuni sejak tahun 80'an bersama istri dan anak-anaknya. "Daripada liat rumah saya terjun (longsor-red) lebih baik saya menjauh, saya pikir ini rumah akan jatoh," tutur Masduki sambil memandangi sisa puing rumahnya.

Bapak tiga anak ini menuturkan, dua hari sebelum kejadian bencana longsor yang terjadi pada Selasa (9/5) malam itu, dia sudah dikasih tanda-tanda oleh alam berupa tanah retak-retak disekitar rumah, pintu rumah juga sudah tidak bisa dikunci dan tembok di kamar juga retak.

"Setiap tembok retak selalu bunyi, lah pada malam selasa, keramik di teras rumah bangun (menyembul-red) saya cuma beristighfar. Kemudian Selasa siang, tiang dak mendem ke bawah, lalu habis maghrib bunyi kenceng prak-prak," ucapnya parau.

Masduki masih bersyukur, meski rumahnya hancur bersama empat rumah lainnya, namun istri, tiga anak, satu cucu dan mantu selamat semua. Karena saat ada tanda-tanda mau longsor, dia menyuruh keluarganya untuk keluar semua. Diapun masih sempat mengeluarkan perabotan dan barang berharga lainnya.

Masduki menceritakan, dia tak pernah menyangka rumahnya akan hancur, karena selama menempati rumah tersebut belum pernah terjadi peristiwa longsor. Sehingga ketika rumahnya hancur ia sangat kaget dan terpukul.

"Ngenes hati saya, tapi saya ikhlas kalau rumah saya longsor," ujarnya. Pasca longsor, Pemerintah Kota Tangsel langsung menginstruksikan agar 29 rumah disekitar lokasi bencana untuk dikosongkan karena rawan longsor susulan.

Sudah sepekan ini, Masduki bersama keluarganya menyewa rumah kontrakan. Dia masih menunggu keputusan pemerintah daerah setempat terkait nasib rumahnya yang terseret tanah longsor.

Dia berharap agar Pemkot Tangsel dan pengembang bisa bekerjasama mencari solusi atas musibah yang menimpanya. Karena rumahnya berbatasan dengan pengembang perumahan. Diapun menghendaki seluruh rumah yang ditinggalkan warga agar dibebaskan oleh pengembang, dan siap direlokasi dimana saja.

"Untuk bikin rumah pribadi sendiri rasanya tidak kuat. Pemerintah ngebantu, pengembang juga demikian," harapnya. Sementara itu, Sri Lintang Rosi Aryani, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel berjanji, Senin (22/5) besok akan mengundang dinas terkait  untuk menindaklanjuti apa yang sudah mereka lakukan. "Kita akan musyawarah bersama Pemda dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik. Kita juga akan panggil pengembang," imbuhnya.

PENULIS | SUCIPTO
EDITOR | KARNOTO



No comments

Powered by Blogger.