Header Ads

Ini Rahasia Ciptakan Keluarga Harmonis dan Kompak


BANTENPERSPEKTIF.COM, SERPONG -- Perbedaan cara mendidik anak dapat mengganggu keharmonisan dalam keluarga, bahkan bisa berujung pada perceraian suami istri. Agar keselarasan tetap terjaga maka pasangan harus kompak dalam mendidik buah hatinya.

Hal tersebut disampaikan Ida Nurlaila, Konsultan Keluarga dan Trainer Jogja Family Center (JFC) saat menjadi narasumber pada acara Seminar Keluarga di salah satu rumah makan Bumi Serpong Damai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (29/4/2017).

Menurutnya, para orangtua harus kompak dalam mendidik buah hatinya, mereka harus saling menguatkan motivasi, menyamakan visi, menyatukan persepsi. Selain itu, orangtua juga mendiskusikan serta mencari solusi atas berbagai problematika dalam mendidik anak.

"Kompak mendidik anak misalnya aturan menggunakan gadget hanya untuk kebaikan, terapkan batasan usia dan batasan waktu," kata Ida. Selain kompak, lanjut Ida, para orangtua harus mendidik dan membersamai anak menuju nilai-nilai.

Menurutnya, nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan orangtua dalam pendidikan anak di rumah merupakan pondasi yang sangat kokoh bagi kehidupan anak hingga mereka dewasa. "Meskipun anak-anak pada akhirnya akan membuat pilihan dan menentukan arah hidupnya sendiri, tetapi keputusan-keputusan itu bukan akan dipengaruhi oleh dasar-dasar yang telah diletakkan orangtuanya," ujarnya.

Menjadi sahabat yang baik bagi buah hati, menurut Ida juga tak kalah penting dalam mendidik anak. Menjadi sahabat yang baik artinya selalu siap mendengarkan keluhan dan cerita anak-anak dengan memberikan respon positif saat anak-anak bercerita atau tengah curhat.

"Salah satu permasalahan kenapa anak tidak mau terbuka atau curhat kepada orangtuanya karena takut atau tidak nyambung dengan keinginan anak. Karena itu jadilah orang tua yang gaul," urainya.

Ida menambahkan, metode penghargaan dan hukuman juga perlu diterapkan dalam mendidik buah hatinya. Para orangtua harus memberikan kepercayaan kepada anak untuk mencoba sendiri hal-hal yang ingin dilakukannya selama tidak membahayakan dirinya dan orang lain.

"Ketika anak berbuat salah, tegurlah dengan bijak. Jika perlu, berilah hukuman yang bersifat mendidik. Dan jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuatnya tertekan dan merasa direndahkan," pungkasnya.

PENULIS | SUCIPTO
EDITOR | KARNOTO



No comments

Powered by Blogger.