Post views: counter

Header Ads

Inilah "Kartini Legislasi" Asal Kota Tangerang Selatan

BANTENPERSPEKTIF.COMTANGSEL- --Empat anggota parlemen dari Kota Tangerang Selatan turut ambil bagian dalam buku "Kartini Legislasi" yang digagas oleh DPP PKS. Mereka adalah Andi Cut Muthia, Siti Chadija, Sri Lintang Rosi Aryani dan Yulhilda Zahar.

Buku yang berisi seputar sepak terjang Aleg perempuan PKS dari berbagai daerah di Indonesia ini baru saja dilaunching di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (29/4/2017) kemarin. 


Acara ini dibuka oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI,Jazuli Juwaini, didampingi oleh Ledia Hanifa (Anggota DPR RI ) dan sekretaris Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS, Diah.

Siti Chadijah, Ketua Fraksi PKS. DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan, buku ini ditulis oleh 90 Aleg perempuan PKS se Indonesia. Dan Kota Tangsel sendiri turut berkontribusi dalam empat tema tulisan.


"Kiprah perjuangan Aleg perempuan di parlemen maupun di masyarakat belum banyak yang menulis. Buku ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban publik anggota legislatif perempuan PKS Se-Indonesia, sehingga masyarakat mengetahui kiprah dan kerja-kerja mereka," kata Chadijah.


Andi Cut Muthia, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel menambahkan, buku ini juga menuliskan perjuangan aleg perempuan PKS  dimasyarakat hingga menjadi wakil rakyat, suatu bentuk kisah perjalanan hidup yang penuh dinamika dan syarat makna.


"Para perempuan turut berkontribusi besar dalam pembangunan manusia di negeri ini, melalui perannya dalam keluarga dan masyarakat," ujarnya. Menurut Sri Lintang Rosi Aryani,  melalui buku ini para anggota parlemen perempuan PKS ingin menginspirasi perempuan Indonesia bahwa di tengah perannya sebagai ibu, perempuan juga dapat berkiprah diranah politik.


"Semoga buku ini bisa menginspirasi dan menarik minat perempuan dalam politik serta dapat memperkaya wawasan pembaca tentang kiprah perempuan anggota dewan," katanya.


Sementara itu, Yulhilda Zahar, Anggota Fraksi PKS DPRD Tangsel mengungkapkan, posisi aleg perempuan strategis karena bisa memperjuangkan peraturan yang berdampak bagi masyarakat luas, khususnya hak-hak perempuan dan anak melalui undang-undang atau pun peraturan daerah (Perda).


"Sayang sekali jika kerja-kerja baik mereka tidak dicatatkan bahkan dibukukan," ungkap Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangsel ini.


PENULIS | SUCIPTO

EDITOR | KARNOTO


BACA JUGA:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.