Header Ads

KA KAMMI; Jangan Kaitkan Bom dengan Islam


BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA-- Aksi teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa hari lalu membuat keprihatinan sejumlah elemen masyarakat. Dan salah satunya adalah dari Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI).

Dalam press release yang dikirimkan ke BantenPerspektif.Com, Jumat (26/5/2017), KA KAMMI meminta kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut serta kasus-kasus lain agar keadilan masyarakat terjamin. Tak hanya itu, KA KAMMI  juga meminta agar kasus tersebut tidak dikait-kaitkan dengan Agama Islam. Berikut pernyataan sikap KA KAMMI

Pernyataan Sikap Keluarga Alumni KAMMI

Tentang pengeboman di Kampung Melayu dan berbagai lokasi lain di negeri ini. Sebagai bagian dari komponen bangsa yang hidup berdampingan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kami menyatakan turut berduka cita sedalam - dalamnya atas terjadinya ledakan bom di Kampung Melayu, semoga korban meninggal mendapat tempat yang baik disisi-Nya, korban terluka mendapat kesembuhan seperti semula, dan keluarga korban mendapat keikhlasan dan kemudahan dari Allah SWT, aamiin

Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat 3 UUD 1945) sehingga segala bentuk aktifitas didalamnya harus mengacu pada hukum yang menjamin ketentraman dan ketertiban bangsa, sebagai negara demokratis Indonesia bukan negara authoritarian. untuk itulah Keluarga Alumni KAMMI menyatakan :

1. Mendesak institusi kepolisian untuk serius dan cepat tanggap dalam mencegah dan menangani kasus pelanggaran hukum yang terjadi antara lain : bom kampung melayu, gangster, tindakan represif kepada aksi mahasiswa, dan sebaganya sesuai UU nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian dimana Kepolisian adalah pengayom masyarakat.

2. Meminta aparat kepolisian, pejabat publik dan semua pihak agar aksi teror peledakan bom di Kampung Malayu dan di tempat lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk tidak nisbatkan atau dikaitkan dengan umat Islam, karena sesungguhnya para pelaku teror jelas tidak sesuai sengan nilai dan ajaran Islam, apapun motif dan latar belakang para pelaku teror serta meminta pihak Kepolisian untuk tidak berspekulasi.

3. Meminta polisi mencegah terorisme apapun baik dilakukan orang yang mengaku beragama Islam maupun non Islam sebelum jatuh korban dan membawa pelaku teror di persidangan

Demikian pernyataan sikap Keluarga Alumni KAMMI sekaligus menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga kekhusyuan bulan suci Ramadhan serta meningkatkan silaturahmi sesama anak bangsa,  meminta umat Islam waspada terhadap upaya mengadu domba antar elemen Umat & mengupayakan saling dengan memguatkan silaturahim antar tokoh & Ormas Islam

Jakarta, 26 Mei 2017

Hormat Kami
ttd
Yudha Anshori Wiranagara
Ketua Klaster Hukum & HAM Keluarga Alumni KAMMI


SUMBER | PRESS RELEASE
EDITOR | KARNOTO


Diberdayakan oleh Blogger.