Post views: counter

Header Ads

Keberanian Jogjakarta Lakukan ReBranding


Seperti yang saya sampaikan dalam beberapa kali tulisan bahwa City Branding itu penting. Bukan hanya slogan, tapi lebih dalam daripada itu. Branding harus menjadi DNA sebuah kota sehingga segala nafas, fikiran selaras dengan branding kota tersebut. Saya menyampaikan salut untuk Jogjakarta yang ternyata memiliki nyali cukup besar untuk melakukan Re-Branding.


Jogja Istimewa, itulah brand kota ini sekarang dari sebelumnya Jogja Never Ending Asia. Menurut saya ini langkah berani yang cukup baik, mengingat brand adakalanya membutuhkan penyegaran agar ada gairah baru dalam pembangunan disusatu daerah.


Sang desainer logo Jogja Istimewa mengatakan, brand Jogja Istimewa menjadi langkah awal kesiapan Jogjakarta dalam menghadapi kompetisi di dunia. "Brand harus menjadi DNA, otak dan semangat yang membedakan Jogja dengan kota lainnya.


Apa yang dilakukan Jogja memang semestinya demikian, mengingat ada perubahan selera wisatawan ditambah persiangan antar daerah yang sekarang mulai terlihat jelas. Ada Kota Bandung, Surabaya, Banyuwangi dan lain sebagainya. Selain itu, dari sisi psikografis selera wisatawan pun mulai berubah sering dengan perubahan zaman terutama dengan adanya teknologi inforasi.


Ini yang dalam teori komunikasi pemasaran disebut dengan Product Life Cycle (siklus sebuah produk), dimana ada empat tahapan yang akan dilalui oleh sebuah produk, pertaa introduction (pengenalan), growt (pertumbuhan), mature (kemapanan) dan terakhir decline (titik jenuh). Semua produk dala arti luas termasuk brand kota akan melalui empat siklus itu.


Yang membedakan adalah waktu sebuah produk dalam hal ini brand kota mempertahankan posisi mature atau kemapanan, sehingga tidak buru-buru jatuh pada titik kejenuhan. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan Re-Branding. Re-Branding ini sebetulnya upaya untuk menjaga ketahanan pada level kemapanan. Selain itu, Re-Branding juga untuk memperkuat dan mempertegas positioning sebuah produk atau daerah.


Keberanian Jogja ini tentu masih melalui tahap uji, kita akan melihat sejauhmana perubahan dimasa mendatang dengan adanya Re-Branding. Seharusnya ada jaminan perubahan menjadi lebih baik sehingga manfaat Re-Branding bisa dirasakan oleh semua kalangan.


PENULIS | KARNOTO

KONSULTAN BRAND | FOUNDER BANTENPERSPEKTIF



Diberdayakan oleh Blogger.