Post views: counter

Header Ads

Merawat Hubungan WH-Andika, Ini Kuncinya


Tabiat politik ada dua yaitu konflik dan musuh. Dua hal ini tak bisa dihindari dalam politik, karena semua menuju tempat yang sama yaitu kekuasaan.
~ Anis Matta ~

Dari sebagian besar orang yang saya temui, baik akademisi, aktivis mahasiswa, aktivis pergerakan, ormas termasuk sejumlah politisi sendiri memprediksi bahwa akan ada percikan antara Wahidin Halim dan Andika. Mereka memprediksikan itu akan terjadi pada pertengahan kepemimpanan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Ketika saya sampaikan asumsi dan pendapat orang ini kepada tim sukses WH dan Andika mereka sama-sama menolak asumsi itu. Bagi kubu WH beralasan bahwa gaya kepemimpinan mantan Walikota Tangerang ini tidak bisa disetir, sehingga percaya penuh  dengan kepemimpinan WH. 

Sementara bagi tim sukses Andika menyatakan bahwa karakter Andika adalah sosok pemuda yang santun dan akan selalu merawat hubungannya dengan WH sebagai Gubernur Banten. Menurut saya pendapat ketiganya benar, baik sebagian masyarakat yang mengasumsikan akan ada konflik antara WH-Andika, tim sukses WH maupun tim sukses Andika.

Bagi kelompok yang berasumsi mungkin melihat histori disejumlah daerah termasuk di Banten perihal percikan konflik antara kepala daerah dengan wakilnya. Tentu dengan tingkat gesekan yang berbeda-beda, ada yang berusaha menutup-nutupi konflik tersebut ada pula yang terlihat terbuka.


Secara halus biasanya disimbolkan dengan sindiran atau tingkahlaku, seperti pecah kongsi saat Pilkada. Hal-hal ini menurut saya wajar mengingat hasrat politik dan kekuasaan, sementara jalan yang dituju hanya satu sehingga mau tidak mau harus adu cepat, adu strategi dan adu cerdas.


Sebagaimana dikatakan Anis Matta, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera bahwa dua hal yang tidak bisa dihindari dalam politik, yaitu konflik dan musuh. Sebab titik yang dituju sama yaitu kekuasaan, sedangkan jalur yang tersedia hanya satu yaitu pemilihan. 

Menurut saya yang dipersiapkan WH dan Andika dan para tim sukses adalah kematangan mengelola konfliknya nanti. Sebab mau dihindari atau menampikan seolah-olah tidak ada persaingan itu jelas tidak mungkin. Yang bisa dilakukan adalah manajemen konfliknya, sehingga terkelola dengan baik dan tidak merugikan masyarakat.

Apalagi WH dan Andika sama-sama politisi, sama-sama kader partai. WH kader Partai Demokrat, Andika kader Golkar. Hubungan mereka akan diuji nanti di Pemilu 2019. Meski tidak ada hubungan langsung dengan Pemprov Banten, tapi mereka berdua adalah kader partai yang memiliki hubungan emosional dengan partainya masing-masing. Kurang lebih 1,5 tahun akan ada pemilihan umum maka nanti akan mulai terlihat kematangan mereka berdua sebagai kepala daerah. 

Saya sih berharap partai mereka berdua berkoalisi sehingga bisa memberikan efek positif. Masyarakat secara luas tentu tidak menginginkan jika nanti ada konflik antara mereka berdua mengganggu pelayanan dan kerja mereka sebagai kepala daerah. Bagi yang bukan pendukung WH-Andika juga tak perlu menciptakan suasana agar ada konflik.

PENULIS | KARNOTO
KONSULTAN BRAND | FOUNDER BANTENPERSPEKTIF



Diberdayakan oleh Blogger.