Header Ads

Wow Efek Korupsi; Airin Harus Jadi Tauladan Pencegahan Korupsi


BANTENPERSPEKTIF.COMPAMULANG -- “Seeding itu kan seperti benih jadi tidak mungkin orang akan korupsi dalam waktu yang cepat, tapi dia sudah dikondisikan memiliki mental seperti itu (korupsi-red). Kemudian ‘wow efek’ ternyata juga dikondisikan dalam rangka agar seseorang menjadi koruptor,” ungkapnya. Untuk itu butuh ketauladanan dan Airin Rachmi Diany selaku kepala daerah harus menjadi contoh.

Demikian dikatakan, Siti Chadijah, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tangsel usai mengikuti Workshop Pembangunan Budaya Integritas dan Sistem Integritas Tangerang Selatan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangsel di Jalan Raya Maruga No.1, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/5) siang.

“Pelatihan ini adalah pelatihan untuk bagaimana kita bisa menjadi tunas integritas dan Pemerintahan Kota Tangsel yang Pintar (professional, memiliki integritas dan religius-red) dan itu akan menjadi ‘common language’ atau kesepakatan di Kota Tangsel,” kata perempuan yang biasa disapa Chadijah ini.

Politisi PKS ini berharap, agar komitmen-komitmen dan rencana target yang dibangun dalam tiga bulan, enam bulan dan satu tahun kedepan bisa mewujudkan ‘Tangsel Pintar’ yakni professional, integritas, dan religius. Kata dia, itu semua tidak terlepas dari adanya keteladanan dari figur pemimpin. 

"Dan Alhamdulillah Ibu Walikota Airin sudah menjadi Tunas Integritas di Indonesia ini. Kita berharap keteladanan dan bimbingan dari beliau supaya dari hasil pelatihan ini bisa ada efek atau berdampak pada peningkatan kualitas pembangunan di Kota Tangsel ini,” harapnya.

Selain mendorong terbentuknya regulasi budaya integritas, Chadijah bersama mitra lainnya juga akan mendorong remunerasi tunjangan kinerja di Kota Tangsel sebagai apresiasi kepada pegawai di Kota Tangsel. 

“Jadi kita tidak hanya berbicara mengenai budaya integritas, tetapi juga ingin menyejahterakan pegawai ASN (aparat sipil negara-red), tentu dengan syarat layanan profesionalitas para pegawai ASN. Targetnya masyarakat Kota Tangsel bisa sejahtera dan bahagia.

Asep Chaerulah, narsumber dari Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK mengatakan, acara ini sebagai pembuka untuk proses pembangunan budaya integritas, karena terkait budaya maka prosesnya sangat panjang. Dan sebagai awalan, dibuka dulu dengan pemahaman bersama baik dari eksekutif maupun legislatif.

“Yang dibuka pemahaman tentang inti integritas sebagai solusi terhadap masalah korupsi, dan bagaimana cara membangun budayanya baik melalui nilai, sistem, mapun kepemimpinan,” katanya.

Sementara itu, Muhammad, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangsel menambahkan, semua pelajaran yang didapat harus bisa diterapkan di Kota Tangsel baik oleh eksekutif, legislatif, yudikatif, Ormas, LSM mapun element lainnya untuk bersama-sama terintegrasi terhadap pemahaman bersama bahwa masalah KKN bukan hanya dari pihak eksekutif saja, tapi semua element masyarakat di Kota Tangsel agar bisa menjalankan budaya integritas.

“Jika sudah dipahami bersama-sama, InsyaAllah Kota Tangsel akan menjadi kota yang berkualitas, pembangunan berkualitas, dan pejabatnya pun jujur dan profesional, serta semua pegawai juga selamat (tidak dipenjara karena korupsi-red) sehingga pembangunan juga akan berkualitas,” imbuhnya.

PENULIS | SUCIPTO
EDITOR | KARNOTO

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.