Header Ads

Kota Serang, Kota Sejuta Spanduk


Kota Serang sekarang menjadi kota sejuta spanduk. Harusnya yang tampil sesuatu yang menjadi kebanggan Kota Serang.
~ Ranta Suharta  ~

Apa yang dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Propinsi Banten, Ranta ada benarnya juga. Faktanya memang Kota Serang dipenuhi spanduk, mulai dari Pintu Tol Serang Timur sampai jalan protokol tak ada pembatas yang kosong dari spanduk.

Dalam ilmu komunikasi pemasaran apa yang disampaikan Ranta disebut dengan istilah kekecauan iklan. Kondisi ini terjadi dimana iklan berseliweran tetapi tidak tepat sasaran dan customer atau publik tidak ngeh dengan iklan tersebut karena terlalu banyaknya iklan yang mereka lihat.

Spanduk merupakan salah satu bauran komunikasi pemasaran yang masuk pada advertising, lebih tepatnya advertising out door. Mulai dari produk komersial, seperti properti sampai spanduk politisi memenuhi sepanjang jalan di Kota Serang. Dan tidak ada yang salah sih sebenarnya karena itu bagian dari upaya promosi.

Lalu sejauhmana efektifitas advertising melalui spanduk dalam membranding produk atau personal seseorang? Dalam konteks ini mesti melihat sejumlah variabel salah satunya adalah tujuan dari iklan tersebut. Pertama kali yang harus diperhatikan bagi pembuat iklan adalah tujuan iklan itu sendiri.


Iklan berdasarkan jenisnya ada beberapa yaitu, awarness, persusif dan reminder. Ketiga hal ini yang sering banyak lupa atau mungkin juga kurang memahami teori komunikasi pemasaran, sehingga asal bikin spanduk.


Masing-masing iklan dalam hal ini outdoor tentu memiliki tujuan masing-masing, ada yang cuma tahap membangun kesadaran (awarness), mengajak (persuasif) ada pula yang sifatnya reminder (mengingatkan). 

Disinilah sering terjadi kekeliruan, seolah-olah iklan melalui spanduk yang sama, intinya promosi, titik! Padahal kebutuhannya sebenarnya berbeda antara produk yang satu dengan produk yang lain atau antara polisiti yang satu dengan politisi lainnya.

Membuat iklan tidak hanya dibutuhkan keterampilan desain grafis, tapi harus mengerti perihal komunikasi pemasaran karena iklan merupakan bagian dari komunikasi pemasaran. Saya sering melihat iklan yang terkesan ngasal, mulai dari desain, konten, penempatan gambar, pilihan warna, font dan ukuran sampai pada penempatan iklan itu sendiri.

Ada iklan perlombaan yang dipasang di atas tempat pembuangan sampah, ada pula yang membuat iklan antara ukuran font headline atau pesan utama iklan ukurannya jauh lebih kecil, sementara tulisan harinya justru lebih besar daripada pesan utamanya.

Ada pula iklan yang tulisannya terlalu banyak padaha jenis iklannya adalah outdoor. Ini jelas tidak efektif mengingat publik atau konsumen tidak akan membaca perkalimat dijalan, apalagi jalan utama. Minimnya penguasaan terhadap teori komunikasi pemasaran menjadi salah satu penyebabnya.

Lalu bagaimana membuat iklan otudoor yang efektif? Berikut saya gambaran secuil agar iklan kita efektif. Pertama adalah tujuan iklan itu sendiri, apakah tahap awarness, persuasif atau reminer. Tujuan ini nantinya memengaruhi konten iklan yang akan dibuat.

Kedua, desain grafisnya. Maksdunya mulai dari ukuran font, jenis font, warna sampai penempatannya. Pengamatan dilapangan sering terjadi kesalahan pada pemilihan ukuran font, dimana pesan utama ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan sub judul iklan itu sendiri sehingga membuat pesan iklan tersebut tidak tersampaikan dengan baik.

Terakhir adalah tempat pemasangan iklan itu sendiri. Setiap produk atau personal tentu memiliki target sendiri. Nah, sebaiknya pasang iklan tersebut sesuai dengan target yang ingin kita bidik. Selamat Mencoba!

PENULIS | KARNOTO
KONSULTAN BRAND | FOUNDER BANTENPERSPEKTIF



Powered by Blogger.