Header Ads

Peniru Ulung Sang Pewaris Negeri


Anak-anak adalah pewaris negeri yang sah, merekalah yang akan menentukan arah bangsa ke depan. Untuk itu didiklah mereka dengan ketauladan bukan dengan perkataan.
~ Karnoto ~

Setiap zaman memang selalu diikuti perubahan perilaku manusia dalam segala hal, termasuk perubahan pada anak-anak usia dini perihal perilaku dan cara mereka mengekspresikan diri kepada orang terdekat. Namun basic karakater anak-anak yang tetap adalah perilaku meniru pada anak, dari dulu sampai sekarang masih tetap sama. Anak-anak adalah peniru ulung, tak peduli anak siapapun, tak peduli anak desa atau kota, dari kalangan orang kaya maupun miskin, karakter sebagai peniru ulung anak-anak selalu ada.

Masalah tiru meniru ini tampak sepele, tetapi sebenarnya dari sinilah watak anak-anak dibentuk karena kebiasaan dari hasil meniru perilaku orang-orang terdekatnya, khususnya orangtua. Berapa banyak anak-anak menjadi korban perilaku buruk orangtuanya, mereka menjadi anak-anak yang penendam, pemarah, tak peduli sesama karena itulah yang mereka lihat selama usia anak-anak dan membentuk karakternya ketika dewasa. Pada bagian lain, seorang anak tumbuh dengan penuh kasih sayang, hangat, care dan bertanggungjawab karena mereka melihat orangtuanya mengajarkan.

Di zaman modern seperti sekarang ini, dimana teknologi begitu deras masuk ke ruang-ruang privasi kita tanpa permisi termasuk masuk ke ruang privasi anak-anak maka dibutuhkan kecerdasan untuk bisa menyesauaikan perkembangan anak-anak. Namun satu hal yang harus kita sadari adalah anak-anak akan mengikuti apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Ini penting, karena masih saya temukan orangtua yang lebih suka dengan pendidikan "komando" atau main perintah, tapi miskin teladan.

 Anak-anak lebih sering diteriaki bertanggungjawab, tetapi sisi lain orangtua masih berperilaku yang bertentangan. Jangan anggap anak-anak tak bisa merekam jejak perilaku kita di rumah karena mereka peniru ulung. Bahaya, jika perilaku buruk orangtua menjadi karakter anak-anak yang mengakar. Kita sama-sama tahu bahwa karakter bermula dari lintasan, lintasan itu mengendap lalu diwujudkan dalam perbuatan dan jika perbuatan itu diulang-ulang maka jadilah karakter.

Untuk itu, tampilkanlah visual dan berikanlah lintasan yang baik kepada anak-anak agar ia memiliki karakter yang baik pula. Tampilkan kepada anak bagaimana hidup saling menghargai dengan lintas suku, agama, status sosial. Tampilkan kepribadian bagaimana kita mencintai orang lain, hadirkanlah kehangatan dalam berhubungan dan seterusnya. Bukankah kita menjadi bangsa yang ramah, murah senyum karena dulu nenek moyang kita menghadirkan keramahan.

Dan kini saatnya kita membalas kebaikan nenek moyang bangsa ini dengan cara memberikan tauladan kepada anak-anak sejak usia dinia. kita harus sadar dengan mata dan hati yang terbuka bahwa anak-anak adalah pewaris negeri ini, merekalah yang akan mengelola kekayaan negeri ini, merekalah yang akan menentukan bangsa ini maka tanamkanlah karakter tanggungjawab kepada anak-anak.

Penulis | Karnoto

Powered by Blogger.