Header Ads

Terus Berbenah, Tangsel Siap Ikuti Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional

KOTA SEHAT--Forum Kota Sehat Tangsel bersama Pokja Kota Sehat RW 03 Benda Baru, Pamulang foto bersama usai sosialisasi PHBS PAUD Gemilang.


BANTENPERSPEKTIF.COM, TANGSEL— Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) siap mengikuti penilaian kota sehat tingkat nasional 2017. Dan RW 03 Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan menjadi salah satu wilayah yang terpilih untuk mengikuti penilaian yang dihelat pada Agustus mendatang.

“Kampung di RW 03, Benda Baru, Pamulang menjadi lokus untuk dinilai oleh tingkat pusat (Dinas Kesehatan-red), karena di kampung ini sudah menerapkan kegiatan satu rumah satu jumantik dan kegiatan PHBS (pola hidup bersih dan sehat),” kata Siti Chadijah, Ketua Tatanan I Forum Kota Sehat Tangsel, Senin (31/7/2017).


Chadijah mengatakan, menjelang penilaian tersebut,Kelompok Kerja (Pokja) RW 03 terus berbenah dan bersinergi dengan berbagai pihak diantaranya kader PKK (pembinaan kesejahteraan keluarga) dan Germas (gerakan masyarakat hidup sehat) untuk mensukseskan program PHBS.



“Para kader Jumantik dua kali dalam sepekan mendatangi rumah warga untuk mensosialisasikan cara penerapan pola hidup bersih dan sehat. Mereka juga dibekali lembaran 10 indikator PHBS,” ujarnya.


Saat hari anak nasional kemarin, lanjut Chadijah, Pokja Kota Sehat RW 03 Benda Baru juga melakukan sosialisasi PHBS misalnya mereka diajarkan cara cuci tangan secara baik dan benar dan edukasi agar mereka suka makan buah dan sayuran. Kegiatan di laksanakan di PAUD Gemilang yang juga dihadiri oleh Kasie Promkes Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Ibu Yayah


Dia berharap, program PHBS di RW 03 Benda Baru ini bisa direplikasi ke RW lain. Setidaknya, para pengurus Forum Kota Sehat Tangsel dapat menerapkan program tersebut di lingkungan masing-masing. Sehingga pola hidup bersih dan sehat menjadi gerakan bersama di kota dengan tujuh kecamatan ini.“Orientasi kami bukan hanya pada penilaian atau prestasi, tapi kami ingin bahwa perilaku pola hidup bersih dan sehat dapat terimplementasi di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tangsel,” harap Chadijah.


Baca Juga:
Era Demokrasi, Pemimpin Harus Kreatif
Anton; Mana Ada Beras IR64 Subsidi, Ngawur Itu


Sementara itu, Siti Rohani, Sekretaris RW 03 Benda Baru mengatakan, untuk persiapan penilaian kota sehat dia mengajak semua warga untuk bersama-sama meningkatkan dan menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing. Dia juga mengajak peran serta warga agar menjadi kader jumantik.

“Lokus kami satu rumah satu kader Jumantik dan juga pembudidayaan tanaman Zodia, yang sudah kita sebarkan ke 10 RT, setiap RT kita kasih 30 tanaman Zodia yang berfungsi untuk pengusir nyamuk,” ujar Koordinator Pokja RW 03 Benda Baru ini.Siti Rohani mengungkapkan, sebelumnya lingkungan RW 03 Kelurahan Benda Baru, Pamulang terkenal dengan imej buruk yakni ‘kampung kumuh’. Sebelumnya, di kampung ini banyak warga yang terkena penyakit DBD dan TB (tuberculosis), juga penyakit sosial seperti judi dan mabuk-mabukan.


Karena hal itulah dia tergerak untuk peduli terhadap lingkungannya, melalui Pokja Kota Sehat dia bergerak bersama kader lainnya memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan yang sudah dilakukan seperti menempelkan stiker 10 indikator PHBS di rumah yang ada ibu hamilnya, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang jangan merokok di dalam rumah, juga kegiatan ketuk pintu pencegahan TB (tuberculosis) dimana Indonesia menjadi negara tingkat kedua penderita TB, bank sampah, dan program satu rumah satu Jumantik.


“Alhamdulillah dengan gerakan sepekan dua kali kami menyapu dan bakar-bakar sampah, akhirnya mereka jengah sendiri dan lambat laun hilang tuh penyakit masyarakat,” ungkapnya.Menurutnya, untuk merubah itu tidak seperti membalik telapak tangan, butuh waktu panjang untuk merubah pola hidup warga, yang penting tidak boleh patah semangat dalam melakukan suatu edukasi. 


Dari edukasi ini lambat laun mulai ada perubahan perilaku warga, misalnya, bagi perokok yang tadinya merokok di ruang tamu mereka berpindah ke teras rumah. Tapi kalau warga di komplek tingkat kesadarannya lebih tinggi, jika mereka merokok betul-betul keluar rumah.


“Yang sudah mulai berkurang itu merokok, walau awalnya sulit tapi perubahannya lumayan dan itu yang membuat kami semangat dan bangga, juga cuci tangan sudah dijalankan oleh warga, menimbang bayi dan balita alhamdulillah bagus, kemudian memberikan ASI eksklusif juga bagus yang tadinya pekerja alhamdulillah sekarang mau menyusui hingga dua tahun,” jelasnya.


Siti Rohani mengaku, semua upaya yang ia lakukan bersama Pokja RW 03 Benda Baru orientasinya bukan untuk lomba, tapi ingin merubah kampungnya agar tidak menjadi kampong yang tertinggal.


“Jadi sebenarnya saya juga kaget pas RW 03 ditunjuk untuk mewakili tingkat nasional. Kok sampai sejauh itu, apapun yang saya lakukan adalah untuk merubah pola hidup masyarakat agar baik dan benar itu saja,” pungkasnya.


Penulis Sucipto

Editor | Karnoto
Powered by Blogger.