Header Ads

Yusril Temukan Pasal Karet Dalam Perpu Ormas


BANTENPERSPEKTIF.COM, NASIONAL--Pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  Yusril Ihza Mahendra mengaku menemukan pasar karet dalam Peraturan Pemerintah (Perpu)  Pengganti Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Pembubaran Ormas yang bertentangan dengan Pancasila. 

Kata Yusril, pasal karet yang mengkhawatirkan terdapat pada pasal 59 ayat 4 bahwa dikatakan Ormas dilarang untuk menganut, menyebarkan faham yang bertentangan dengan Pancasila. Menurutnya, sebagaimana dilansir merdeka.com, dalam penjelasannya di pasal 82 diatur tentang sanksi pidananya bahwa setiap orang  bukan saja pengurus tetapi juga anggotanya. 

Baca Juga:
Rohis Diawasi, Ini Penjelasan Menteri Agama
Jalan Menuju Sentra Gerabah Ciruas Rusak Parah


Jika melanggar pasal 59 bisa dipidana dengan ancaman seumur hidup. Mantan Menteri Hukum dan HAM ini melihat pasal tersebut adalah pasal karet, karena secara singkat diatur bertentangan dengan Pancasila tak ada penjelasan bertentangan dengan Pancasila seperti apa.

Dalam pasal itu memang disebutkan beberapa contoh, diantaranya Atheisme, Fasisme, Komunisme. Namun kata Yusril, hal itu hanyalah contoh tidak dijelaskan secara rinci bertentangan lainnya. Apalagi sejak dulu tafsiran bertentangan dengan Pancasila berbeda-beda.

Seperti diketahui, pemerintah resmi mengajukan Perpu terkait Ormas yang Bertentangan dengan Pancasila. Rencana pemerintah ini mengundang protes keras dari sejumlah Ormas. Ormas HTI merupakan salah satu yang resmi dianggap pemerintah bertentangan dengan Pancasila. 

Sementara dari HTI sendiri menyangkal tuduhan tersebut. Apalagi HTI tidak pernah merencanakan makar, membuat keonaran terhadap Indonesia sehingga tak layak dibubarkan. 

Redaksi BantenPerspektif.Com





Powered by Blogger.