Header Ads

Adu Jurus Komunikasi Sang Calon Walikota


Tagline merupakan kalimat singkat yang mempresentasikan personal seseorang. Meski singkat tapi tagline menjadi guide bagi publik untuk membaca arah visi seseorang.
~ Karnoto ~

Mendekati masa dimulainya Pilkada Kota Serang, semua calon Walikota Serang mulai menampilkan jurus-jurusnya. Ada yang menggunakan jurus rasional ada pula pakai jurus emosional. Pengamatan saya di lapangan,   Vera Nurlaela Jaman sepertinya tetap akan menggunakan jurus komunikasi politik secara emosional. 

Hal ini terlihat dari tagline yang telah disosialisasikan, yatu Kota Serang Cantik. Jurus ini terbukti ampuh dalam beberapa kali Pilkada di Banten, mulai dari Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak.

Dalam billboard yang terpasang di sejumlah titik di Kota Serang, Vera tampil dengan baju muslimah berwarna putih. Foto close up pun dipilih agar bisa menyesuaikan dengan tagline yang dibuat. Apakah jurus komunikasi emosional ini akan berhasil di Kota Serang? Hasilnya menunggu akhir Pilkada yang akan digelar pada 2018 mendatang.

Jurus komunikasi emosional juga terlihat pada Wahyudin Djahidi. Ia bahkan lebih awal mensosialisasikan taglinenya Kota Serang Keren. Tagline ini juga cukup emosional apalagi pada font tulisan keren dibuat warna warni. Namun lagi-lagi belum ada kepastian apakah jurus ini ampuh atau tidak.

Pendekatan emosional pun dilakukan Wahyudin melalui sosial media, terutama facebook dan website, instagram. Wahyudin juga beberapa kali mengupload fotonya yang sedang terjebak macet dengan mengendari sepeda roda dua.

Sementara itu, Najib Hamas, Calon Walikota dari PKS mengusung tagline lebih rasional yaitu Kota Serang Baru. Najib diuntungkan karena memiliki kader militan yang bisa diandalkan. Meski hanya tiga kursi, anggota DPRD Banten ini menjadi incaran karena diharapkan bisa menambah support kemenangan dengan jejaring PKS. 

Meski demikian, modal kursi Najib belum aman karena hanya memiliki tiga kursi. Sementara sejumlah partai sudah mendeklarasikan dukungan kepada Vera Nurlaela Jaman. Komunikasi publik seorang calon yang dikemas dalam tagline memang tidak satu-satunya jadi penentu, tetapi memberikan dampak positif terhadap awarness pemilih.

Perubahan perilaku pemilih secara umum belum berubah, yaitu lebih menyukai gaya komunikasi dengan pendekatan emosional. Pendekatan rasional hanya menyentuh kalangan tertentu, seperti kalangan terdidik dan mereka kelas menengah. Padahal jumlah kalangan ini masih terbatas.

Dalam teori komunikasi pemasaran, personal branding menjadi keniscayaan. Selain berfungsi untuk membedakan dengan yang lain, branding juga untuk memudahkan dalam melakukan komunikasi, baik  komunikasi melalui event, advertising, public relation maupun media planningnya. 

Tentang bagaimana aktivity branding personality akan saya bicarakan pada kesempatan lain. Saat ini saya ingin mengulas jurus komunikasi sang calon Walikota Serang. Dan untuk ulasan berikutnya adalah Ranta Suharta, Lalu Atharussalam Rais, Subadri, Aan Nurhandiyat, Nuraeni dan Syafrudin. [Bersambung]

Penulis | Karnoto
Founder Maharti Networking | BantenPerspektif.Com



Powered by Blogger.