Header Ads

Bupati Lebak Lepas Mujahid Relawan Kampung Al Qur'an


BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK— Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya melepas para Mujahid Al Qur'an pada Sabtu (5/8/2017). Para mujahid Al Qur'an ini berasal dari sejumlah kampus yang akan melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat di bawah naungan Relawan Kampung Al Qur'an.

Mereka berasal dari  Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), Institut Ilmu Alquran (IIQ), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) AlHikmah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) terhimpun dalam satu wadah bernama Relawan Kampung Al-Qur’an. 


Direktur Relawan Kampung Al-Qur’an, Usnan Hasibuan memilih Kabupaten Lebak sebagai ladang amalnya karena di Lebak ada PerPub Mahgrib Mengaji, Perda Madrasah Diniyah serta banyak program pemerintah yang peduli terhadap perkembangan keagamaan seperti insentif kepada guru mengaji, pimpinan ponpes, bantuan  pembangunan ponpes dan lainnya. 



"Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, pada kesempatan ini para relawan akan disebar di Desa Girijayabaya, Kecamatan Muncang, Desa Mekarwangi dan Desa Siangiangjaya, Kecamatan Cimarga, " Kata Usnan Hasibuan.

Menurut Usman, program ini berawal dari niat dengan aksi nyata menjadi manfaat. Program Kampung Alquran sangat sejalan dan bersinergi untuk mensukseskan program yang dilakukan Pemkab Lebak. Seperti diketahui, Pemkab Lebak telah meluncurkan program Maghrib Mengaji, yaitu dimulai dari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.


Menurut Iti, untuk mensukseskan program tersebut, Pemkab Lebak  tidak bisa berjalan dengan sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. "Kami senantiasa dibantu oleh Forum Komunikasi Gerakan Maghrib Mengaji (FK-GMM) yang kepengurusannya melibatkan masyarakat mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa ," kata politisi Partai Demokrat ini.


Selain FK-GMM, kata Iti, program tersebut juga terus disyiarkan oleh beberapa entitas lain yang bergiat dalam kegiatan studi baca Alquran seperti One Day One Juz (ODOJ), Forum Komunikasi Remaja Masjid lebak(FKRML), baik kegiatan Al Quran Al Ustadz (Kalkulus) yang dipusatkan di Masjid Agung Al A'raf maupun kegiatan Lebak Mengaji On Air (LMOA) yang disiarkan langsung dari radio Multatuli FM. 


"Walaupun penuh keterbatasan dalam ketersediaan anggaran pada APBD Lebak, Namun kami terus berusaha untuk menumbuhkan semangat mengaji Alquran kepada masyarakat terutama kepada anak-anak." ungkapnya. 


Ditambahkan Iti, suksesnya gerakan Maghrib Mengaji sesungguhnya tidak bisa berpijak dari pendekatan struktural saja seperti regulasi dan insentif, namun yang menjadi penting adalah bagaimana program ini dapat menjadi gerakan kultural yang membumi tengah-tengah masyarakat. 


Sumber Press Release

Editor | Karnoto
Powered by Blogger.