PerspektifTV

Header Ads

Duit Ludes, RSUD Brebes Hentikan Jamkesda, Warga Protes


BANTENPERSPEKTIF.COM, NASIONAL—Besok (Senin, 7/8/2017) masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akan melakukan aksi besar-besaran. Aksi ini diyakini akan menjadi aksi terbesar di kota bawang merah ini. 

Aksi kali ini menentang kebijakan Pemkab Brebes yang Jamkesda dan SKTM. Rencananya aksi akan digelar pada pukul 09.00 WIB dengan orasi dan longmarch dari Alun-alun Kota Brebes menuju ke gedung DPRD Kabupaten Brebes. 

Dari penelusuran BantenPersepektif.Com di dunia maya, panitia aksi telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya izin dari kepolisian setempat dan penggalangan masa termasuk dana aksi.


Para netizen menyambut positif aksi tersebut karena kebijakan Pemkab Brebes dinilai merugikan masyarakat luas. Apalagi kebijakan tersebut menyangkut urusan kesehatan. 

Seperti diketahui, sejak awal Agustus 2017, RSUD Brebes, Jateng, menghentikan layanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat miskin. Hal ini terjadi akibat anggaran Pemkab Brebes di tahun 2017 untuk program tersebut telah ludes. 

Penghentian pelayanan ini tertuang dalam surat internal Nomor 445/ 5091.A/2017 tertanggal 28 Juli 2017 yang ditandatangai Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana. "Terpaksa kami hentikan sejak 1 Agustus kemarin. Layanan pengobatan warga miskin dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) melalui Jamkesda di RSUD Brebes sudah tidak ada lagi," ujar Oo Suprana seperti dilansir detik.com.


Diketahui, klaim layanan Jamkesda yang telah diajukan ke Pemkab Brebes dari Januari hingga Juni sudah mencapai Rp 5,3 miliar lebih. Khusus klaim bulan Juli setelah dilakukan rekapitulasi mencapai Rp 814 juta. Total klaim untuk mengganti pengobatan melalui Jamkesda sebesar Rp 6,2 miliar.

Pada bagian lain, Bupati Brebes, Idza Priyanti justru menyalahkan pihak RSUD. Menurutnya, penghentian layanan Jamkesda merupakan kebijakan sepihak dari RSUD. "Pasien yang menggunakan SKTM agar tetap dilayani di RSUD Brebes. Soal anggaran, saya menjamin anggarannya ada," ujar politisi PDI Perjuangan ini sebagaimana dilansir detik.com.

Sumber Diolah dari Berbagai Sumber
Editor | Karnoto



Diberdayakan oleh Blogger.