Header Ads

Ke Ukraina, Dewan Perempuan Tangsel Takjub



BANTENPERSPEKTIF.COM, UKRAINA--Siti Chadijah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Banten kembali menghadiri kegiatan training Internasional “Kepemimpinan Perempuan” yang diselenggarakan oleh International Center for Local Democracy (ICLD). Siti Chadijah mendapat undangan sebagai peserta dalam acara tersebut untuk mewakili legislator perempuan dari DPRD Kota Tangerang Selatan.

Dalam kegiatan training ketiga ini, Siti Chadijah juga mengajak Budi Prajogo, Legislator PKS dari DPRD Provinsi Banten sebagai kolega untuk mengikuti acara selama tiga hari di Kota Vinnitsya Ukraina. 


“Kegiatan workshop ini merupakan lanjutan dari training di Swedia selama dua pekan pada akhir 2016 lalu, kali ini peserta dari Asia dan Eropa Timur, juga diramaikan dengan para  kolega dari para peserta yaitu anggota Dewan laki-laki  yang mensupport kepemimpinan perempuan,” kata perempuan yang biasa disapa Chadijah ini.



Banyak pelajaran yang didapat, tidak hanya materi tentang leadership antara lain seperti, Communicative Leadership, Efective Meeting, Management Strategic Issue, Democracy, Municipal Patnershi, tetapi juga keramahan budaya di Ukraina.

Chadijah merasa takjub dengan negara Ukraina, karena kota-kota dan sungainya sangat bersih. Padahal negara ini belum lama merdeka dari Uni Sovyet, dan dua tahun lalu kawasan Crimea kembali dicaplok oleh Rusia. Para peserta training ini juga ada yang berasal dari Ujraine Macedonia, Serbia dan Bosnia mereka mengatakan bahwa perpecahan tidak memberikan apa-apa kecuali kesengsaraan buat rakyatnya. 


Selayaknya negara-negara yang menghormati jasa para pahlawannya, disana juga banyak monumen untuk mengenang jasa-jasa para korban peperangan. Ukraina waktu itu sedang musim panas, sehingga dia ikut merasakan Puasa Ramadhan selama 18 jam, mulai pukul 3 dini hari hingga pukul 21.00 waktu setempat.


Chadijah menceritakan, di hari pertama, panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok, perbauran antara angkatan kelima yang merupakan peserta baru, Chadijah sendiri merupakan peserta angkatan ke empat. kelompok  tersebut berisi anggota baru, lama dan kolega serta  mentor dari Swedia. Peserta lama harus menyampaikan tiga hal penting materi yang sudah didapatkan selama training di Kenya dan Swedia. 


“Saya sendiri menyampaikan tentang materi Komunikasi kepemimpinan, rapat yang efektif dan manajemen isu strategis,” ujarnya.Setelah selesai diskusi, lanjut Chadijah, peserta berkesempatan mengelilingi kota dengan kereta listrik dan studi visit ke gedung DPRD Provinsi Vinitsya, dimana Vinitsya sebagai ibukota Propinsi dengan nama yang sama, setelah itu peserta ke Balai Kota dan DPRD Kota Vinitsya untuk mendengarkan paparan dari Wakil Walikota Vinitsya yang juga seorang perempuan. 


Baca Juga:

Nuraeni Mulai Lakukan Serangn Udara
Strategi Komunikasi Pemasaran Daerah

“Di hari kedua, kami mendapatkan Materi tentang Demokrasi dan juga evaluasi manajemen isu yang sudah kita tetapkan di awal workshop di Kenya. Peserta lama memaparkan dan ditanggapi oleh peserta lainnya serta peserta baru, saya sendiri dikelompokkan dengan Arietha dari Macedonia serta peserta baru dari Bosnia dipandu mentor Marlene dari Swedia,” ungkap Chadijah. 

Dalam kesempatan itu, Chadijah juga memaparkan materi tentang “Overload of Duty”,  sedang Arietha tentang nerveous saat memimpin rapat ditanggapi bersama untuk memberi solusi, acara diakhiri dengan kunjungan ke Museum Nicolay Parague yang merupakan pendiri universitas bidang kedokteran, beliau juga seorang dokter bedah dan Menteri Pendidikan.


Di hari terakhir training, Chadijah mendapat materi tentang Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Shannon Levgrand, dan sesi akhir tentang cara mencapai tujuan yang sudah kita tentukan. Sebagai pemimpin perempuan sudah seharusnya memiliki target jangka panjang dan jangka pendek, masing-masing peserta diminta menyampaikan target-target tersebut dan membuat timeline kapan target itu dicapai. 


“Serta target untuk kota dimana kita sebagai anggota DPRD, saya sendiri berharap Tangsel bisa menjadi kota yang maju dan nyaman dengan menerapkan pembangunan yang berkelanjutan sehingga bisa dinikmati untuk kita saat ini dan anak cucu," ujarnya.


Penulis Sucipto

Editor | Karnoto 
Diberdayakan oleh Blogger.