Header Ads

Menanti Lahirnya Generasi Baru di Ranah Publik



Dunia dalam beberapa saat lagi akan didominasi generasi baru, mereka memiliki karakter kuat yang memang dibutuhkan ruang-ruang publik. Kehadiran generasi baru ini penting untuk menghentakan kefakuman kreativitas dari generasi sebelumnya. 

Generasi baru ini memiliki cara pandang berbeda dari generasi sebelumnya, terutama tentang cara menyelesaikan persoalan dalam urusan publik. Mereka lebih cepat dan memiliki semangat yang menjadi energi bagi mereka.

Generasi baru ini telah mampu membaca gejala-gejala masa depan. Mereka akrab dengan pergaulan dunia, terbuka dengan perubahan zaman dan memiliki kekokohan dalam memegang prinsip. Mereka adalah generasi yang lahir pada tahun 80-an. Generasi baru ini pun akan dilanjutkan oleh generasi Alfa, mereka yang lahir tahun 2000 an.

Baca Juga:

Ihyauddin Rosyadi, alumni Universtias Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten adalah salah satu sosok itu. Pria kelahiran Cipocokjaya,  Kota Serang,  Banten 13 Maret 1988 ini menjadi generasi baru yang "dipaksa" kesiapannya untuk mengisi ruang-ruang publik. Tak hanya itu, generasi baru ini juga harus mampu melahirkan pemikiran-pemikiran original tentang bagaimana mengatasi semua persoalan.


"Kesiapan generasi baru untuk mengisi ruang-ruang publik memang keniscayaan karena memang dibutuhkan di tengah kondisi seperti sekarang ini," kata Ihya, sapaan akrab Founder Pemuda Berdaya.

Bagi Ihya, generasi baru saat ini tak bisa sifatnya menunggu tetapi harus gerak dan menjadi motivator serta inspirasi. Syarat untuk semua itu melekat pada sosok generasi baru. 

Advertorial BantenPerspektif.Com




Powered by Blogger.