Header Ads

Reza, Dididik Ayah Disiplin, Sering Tausiah di Kepolisian



Ketegasan dan kedisplinan yang pernah dirasakan seseorang saat masa kecil dari sang Ayah menjadi pemicu kesuksesan. Inilah yang dialami M.Reza Jahid, MA, pria kelahiran Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten 19 Desember 1984.

Reza, sapaan akrab M. Reza Jahid, beruntung karena mendapatkan Abah Suherman, ayah Reza yang telah mendidik dengan kedisplinan. Rupanya pendidikan dari Sang Ayah menjadikan Reza sukses seperti sekarang ini.

Alumnus S2 Univesitas Kairo Mesir ini masih teringang bagaimana Ayahnya mendidik dengan penuh kecintaan dan kedisplinan. Dari cara pendidikan yang ia terima dari Sang Ayah, Reza bisa menjalani hidup di jalan yang benar. "Ada pesan Ayah yang sampai sekarang masih ingat, yaitu agar ketika saya kuliah di luar negeri seperti Timur Tengah agar tidak mentimur tengahkan Indonesia. Itu pesan Ayah," kata Reza. 

Sejak kecil Reza terkenal anak yang tawadhu dan soleh. Ini lantaran didikan dari sang Ayah yang merupakan alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur. Reza menuturkan jika dirinya banyak belajar tentang hidup dari Sang Ayah, dimana bisa bergaul dengan siapapun tanpa membeda-bedakan kelas sosial.

Ingin Majukan Pesantren
Reza yang pernah mengenyam studi di Malaysia, tepatnya di Universitas Islam Malaysia, memiliki cita-cita ingin memajukan Ponpes yang didirikan Sang Ayah. Ia ingin memadukan konsep pendidikan dengan dua pesantren, yaitu Ponpes Gontor dengan Ponpes Tebuireng.

Ia memiliki tanggungjawab moral untuk bisa menerukan Ponpes agar lebih maju lagi. Pesantren itu semula berbentuk Panti Asuhan yang diisi 1 orang. Kini, Ponpes tersebut semakin berkembang dan tak lama lagi akan segera didirikan SMA/SMK. "Biaya di Ponpes Nurul Mursyidah tidak seperti seperti Ponpes modern lain, karena kami relatif lebih murah. Untuk biaya masuk SMP Rp 1.035.000 (sudah termasuk uang makan bulan pertama), sedangkan SMA Rp 1.135.000. Dana ini sudah termasuk uang makan bulan petama. Untuk seterusnya biaya makan setiap bulan  Rp 250.000 (SMP) dan Rp 300.000 (SMA/SMK)," terang alumni PM Gontor ini.

Ponpes Nurul Mursyidah yang berlokasi di Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang ini juga tidak memungut uang bangunan. Untuk menutupi pembiayaan Ponpes ini mengandalkan hasil kebun, perikanan , sawah yang tiap hari ayahnya garap.

Untuk mengenalkan Ponpes kepada masyarakat lebih luas, Reza pun mengadakah Tausiyah Kebangsaan dalam rangka HUT RI Ke-72 di Ponpes Nurul Mursyidah. Hadir dalam acara tersebut Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan KH. Miftah Faqih, MA (Katib Syuriah PBNU). 

Reza juga dikenal suka memberikan tausiyah di kantor - kantor bahkan suka diminta untuk memberikan bimbingan (konsultasi agama) secara personal dan sukarela. Ia juga sering mengisi tausiah di Kantor Polsek Cadasari, tak heran ia salah satu ustad yang dikenal dikalangan kepolisian, mulai dari Polsek, Polres hingga Polda Banten,   Polda banten kerap meminta santrinya untuk hadir pada acara Istighosah dan sebagai bentuk partisipasi dan sinerginya antara pondok pesantren dengan pihak pemerintah maupun pihak keamanan.


BIODATA :
Nama : M. REZA JAHID.MA
TTL : Pandeglang, 19 Desember 1984
Alamat : Kp. Karangtanjung-Pandeglang
Pekerjaan : Pendidik di Ponpes Nurul Mursyidah Karang Tanjung Pandeglang
Riwayat pendidikan 
SD : SDN Cikentrung 1 Cadasari
Smp : SMPN 1 Cadasari
Sma : PM. Darussalam Gontor
S1 : Universitas Islam Malaysia
S2 : Unkversitas Kairo Mesir
Nama ayah : Drs. KH. E. Suheran AN, M.MPd.
Nama ibu : Hj. Siti Aminah, S.Pd.I
Anak ke : pertama dari empat bersaudara
Nama adik :
1. Abdullah Fauji, S.H.
2. Intan Himatul Aliyah, S.E, M.Pd.
3. Cici Nurul Fauziah, S.Tr.Keb.
Hobi : membaca dan wisata religi
Makanan fav : Kurma
Minuman fav : kopi hitam
Motto : jangan menyakiti orang lain, merugikan orang lain dan bermanfaatlah bagi orang lain
Buku atau kitab yang disukai : Sirrul asror (syekh abdul qadir jaelani) dan kitab Al-Hikam (Ibnu Atha'illah)

Penulis Miko
Editor Karnoto
Diberdayakan oleh Blogger.