PerspektifTV

Header Ads

Orang Ini Bikin Kader PKS Malu


KADER PKS MALU--Urip Kamanjaya membuat para kader PKS merasa malu karena ia tetap semangat mengikuti program outdoor yang diselenggarakan PKS kendati kaki sebelah kirinya tidak ada. 

BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Urip Kamanjaya membuat para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa malu. Ini lantaran semangat Urip dalam mengikuti pangkaderan partai dakwah tersebut tak pernah surut, kendati kondisi fisiknya terbatas.

Urip merupakan salah seorang kader PKS asal Kabupaten Tangerang yang tidak pernah absen mengikuti program Kemah Bhakti Nusantara (Kembara) yang diadakan DPW PKS Banten. Dalam situs resmi DPW PKS Banten, diceritakan bahwa Urip kali pertama mengikuti perkemahan PKS pada tahun 1999 di Gunung Gede, Sukabumi, Jawa Barat.

Laki-laki yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan percetakan ini menuturkan jika dirinya sering dilarang oleh panitia karena pertimbangan kondisi fisiknya. Namun ia tetap keukeuh untuk mengikuti program outdoor tersebut. Beberapa hari lalu ia pun mengikuti perkemahan di Kawasan Wisata Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten.

Ia pun menceritakan perihal kekurangan fisiknya tersebut kepada sesama kader PKS lainnya. Menurutnya, peristiwa itu bermula saat ia  hendak menjemput Ayahnya  yang sedang bekerja. Ketika itu ia  naik kereta dan mengalami kecelakaan di Stasiun Bintaro, Tangerang Selatan. Kecelakaan itu terjadi sekitar tahun 1980-an yang membuat ia harus kehilangan kaki kiri, karena harus diamputasi.

Saat ini Urip tinggal bersama Istri dan dua anaknya di Perumahan Griya Suradita Serpong Asri, Desa Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Anak pertamanya bernama Saif Hamasah, berusia 7 tahun, dan anak ke-2 bernama Syaifa Saukani baru berusia 1,5 tahun.

Perjuangan Urip mengikuti acara outdoor jelas berisiko apalagi di daerah pegunungan. “Saya terpeleset dan jatuh berguling-guling saat longamarch karena kondisi jalan yang licin akibat hujan. Tetapi waktu itu sata tidak sendiri, saya ditemani sahabat-sahabatnya yang sigap menolong saya.” kenang Urip.

Ia juga pernah mengalami kecelakaan saat mengikuti program perkemahan tersebut. Tangan kirinya berdarah untuk menahan tongkatnya yang setia menemani kemanapun Ia pergi.  Namun kondisi itu tidak membuatnya menyerah, Ia terus berjalan bersama rekan-rekanya menyusuri bukit yang telah ditentukan oleh panitia dan tidak memperdulikan kondisi tubuhnya yang begitu letih.

“Suasana kebersamaan dan ukhuwah sangat begitu terasa. Suasana itulah yang membuat saya semakin bersemangat untuk menyelesaikan semua agenda Kembara.” Ungkapnya. Ia sempat berpesan kepada seluruh kader PKS, agar tetap enjoy dalam mengikuti acara Kembara.

“Saya memaklumi jika ada rekan-rekan yang belum sempat mengikuti acara Kembara, mungkin karena belum mendapatkan izin cuti dari perusahaannya atau berhalangan karena kondisi badan yang tidak sehat. Namun saya menyayangkan, jika ada kader yang enggan ikut karena alasan bahwa kegiatan tersebut akan menguras energi. Di sini kader-kader PKS dididik untuk menjadi relawan yang selalu siap siaga diterjunkan di tempat bencana,” nasehat Urip untuk para kader PKS.

Kesetiaan Urip kepada PKS membuat sejumlah kader partai besutan Sohibul Iman ini sebagian merasa malu, karena tidak seheroik Urip dalam mengikuti pangkaderan di partai dakwah tersebut. Sejumlah kader PKS di netizen pun memberikan support dan ucapan hormat kepada Urip.

Sumber  | Humas DPW PKS Banten
Editor | Karnoto


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.