Header Ads

Ulama dan Pemerintah Harus Sinergi





BANTENPERSPEKTIF. COM,  Pandeglang---Ulama dan pemerintah harus bersinergi untuk bersama-sama membangun Pandeglang. Demikian dikatakan Irna Narulita,  Bupati Pandeglang saat menghadiri acara Tausyiah Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Mursyidah,  Karang Tanjung,  Pandeglang,  Senin (14/8/2017).

"Pemkab Pandeglang akan terus melakukan pembinaan Ponpes melalui dana APBD atau dana hibah, " kata Irna. Acara dalam rangka menyambut HUT RI ke 72 ini bertemakan "Mensyukuri Anugerah Kemerdekaan Indonesia".  

Hadir pada acara tersebut,  KH E. Suherman (Pimpinan Ponpes Nurul Mursyidah), Dr. KH. Miftah Fakih (Khatib/Sekjen Syuriah PBNU),  dihadiri sekitar 700 orang dan sejumlah pejabat,  diantaranyaOhis Solihin (Asda I Setda Pandeglang), Cecep Juanda (Kepala Dinas UMKM Pandeglang), Ahmad Suja'i (Kasi Syariah Kemenag Pandeglang), Masnun (Kepala KUA Karang Tanjung), tokoh masyarakat, tokoh Agama, Wali santri, santi, dan para tamu undangan.

Sementara itu,  KH E. Suherman (Pimpinan Ponpes Nurul Mursyidah),  mengatakan,
ulama adalah pewaris para nabi dan santri adalah pewaris para kiyai. Maka para kiyai harus mempunyai jiwa sabar dalam menghadapi kelakukan santri yang bermacam-macam.

"Pendidikan karakter di pondok pesantren diantaranya ketaatan pada kiyai dan menjaga kebersihan lingkungan termasuk Masjid secara keseluruhan lengkap dengan tempat wudhu dan toiletnya, " katanya.

Ia bersyukur karena diberi kesempatan untuk memimpin Pondok Pesantren Nurul Mursyidah. Pihaknya bisa membangun ponpes Mursyidah atas berkah dari Allah dan doa santri pada salat tahajud, dhuha. "Mudah-mudahan Tausyiah Kebangsaan ini akan dapat dijadikan bekal untuk generasi-generasi Nurul Mursyidah untuk hidup dan bekerja di tengah masyarakat, " katanya.

Ahmad Suja'i (Kasi Syariah Kemenag Pandeglang) mengatakan, Kemenag Pandeglang mengapresiasi karena terselenggaranya kegiatan ini dan semoga membawa keberkahaan bagi santri Ponpes Mursyidah dan santri se-Kabupaten Pandeglang.

Di tempay yang sama,  Dr. KH. Miftah Fakih (Khatib/Sekjen Syuriah PBNU) mengatakan, santri harus sadar akan sejarah maka tahun 1.888 M di Banten pernah terjadi pergolakan luar biasa yang dipimpin para Tokoh Agama untuk melawan tradisi barat yang ada di Banten.

"Kesadaran terhadap tanah air dimulai dari dunia pesantren sejak abad 18. Hal itu dibuktikan pada 1.844 di Aceh terbentuk Jumhuriyah Indonesia sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air, " katanya.

Menurutnya, peran para kiyai dalam Kemerdekaan RI sangat besar tapi tidak ada bukti lembar sejarah, di lembaga pendidikan formal tidak diajarkan peran kiyai. Untuk itu, perlu diajarkan kepada generasi muda.

Penulis | Miko

No comments

Powered by Blogger.