Post views: counter

Header Ads

Aun San Suu Kyi, Mana Perdamaianmu Untuk Muslim?

GEMA KEADILAN KECAM--Pengurus Gerakan Pemuda Keadilan Pusat, Muhammad Najib Hamas mempertanyakan komitmen kemanusiaan Aun San Suu Kyi, penerima Nobel Perdamaian dari Myanmar terhadap kemanusiaan. 


BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG -- Aung San Suu Kyi, tokoh Myanmar yang pernah menerima Nobel Perdamaian tahun 1991 banyak dikecam sejumlah tokoh baik Indonesia maupun dunia termasuk di Propinsi Banten. Sebab Nobel Perdamaian tersebut ternyata hanya untuk dirinya sendiri, bukan untuk masyarakat Rohingnya apalagi perdamaian dunia.

"Seharusnya dia menjadi pelopor perdamian bukan melakukan pembiaran seperti sekarang. Ini membuktikan bahwa Nobel Perdamaian yang pernah ia terima hanya untuk dirinya sendiri," kata Muhammad Najib Hamas, pengurus Gerakan Pemuda (Gema) Keadilan Pusat.

Menurut Najib, kekejaman dan penindasan yang dialami minoritas muslim di Myanmar menjadi bukti nyata bahwa ambisi meraih Nobel Perdamaian hanya untuk kepentingan pribadi. Karena ia justru memprovokasi penindasan yang dialami umat Islam di Rohingnya, bukan menciptakan perdamaian.

"Peristiwa Rohingnya jelas genosaide atau pemusnahan etnis muslim di Rohingnya. Fakta ini menujukan bahwa Nobel Perdamaian San Suu Kyi tak memiliki kemanfaatan untuk perdamian dunia, tapi hanya untuk memenuhi ambisi pribadinya," kata Najib. 

Aung San Suu pernah menerima Nobel Perdamain atas perjuangannya dalam memajukan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer. Namun ternyata setelah ia memiliki kekuasaan justru membiarkan kekejian yang dilakukan umat Budha terhadap minoritas muslim di Rohingnya.

Redaksi  | BantenPerspektif.Com





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.