Post views: counter

Header Ads

Erna Yuliawati, Tokoh Muslimah Dari Generasi Milinea

ENTASKAN BUKTA ASARA -- Erna Yuliawati (keempat dari kiri) bersama ibu-ibu di Taktakan, Kota Serang yang mengikuti kegiatan buta aksar di Yayasan Madani yang ia kelola.

Generasi milinea sekarang ini sudah bergerak maju mengisi ruang-ruang publik yang semula di isi generasi X. Mereka memiliki beberapa ciri diantaranya akrab dengan media digital, gadget dan memiliki kemampuan adaptasi yang super cepat dengan keadaan yang terjadi.


OLEH KARNOTO -  KOTA SERANG

Lahir di era 80-an di sebuah daerah yang terkenal sejarah Multatulinya, yaitu Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Tokoh muslimah yang satu ini memang salah satu generasi milinea yang mau tidak mau, siap tidak siap "dipaksa" melakukan adaptasi terhadap lingkungan sosial politik yang terjadi. 

Dengan identitas wanita berhijab panjang, rajin ke majelis taklim bukan berarti membuat wanita ini menjauh dari hiruk pikuk sosial politik yang terjadi. Kedekatanya dengan Agama sehingga mampu membawa diri juga tak membuat ia acuh tak acuh terhadap masalah sosial dan pendidikan. 

Justru karena hijab dan keyakinannya itu ia merasa memiliki tanggungjawab moril, bukan saja kepada Agamanya tetapi sejauhmana memberikan efek positif terhadap lingkungan di sekitarnya.

Di lapangan, tutur katanya memang tak segarang kaum laki-laki, langkahnya juga tak secepat pelari. Namun spirit untuk memperbaiki keadaan sosial politik dan ekonomi yang ia endapkan selama beberapa tahun sering memuncah. Ruang-ruang publik, seperti komunitas, pengajian dan lainnya sering menjadi sasaran untuk menuangkan ide-idenya soal sosial dan politik.

Terkadang muncul dalam raut wajahnya yang kesal, marah dan sesekali juga terlihat seperti tak berdaya melawan keadaan yang jauh dari perbaikan. Sensitifitas terhadap masalah sosial politiknya memang terlatih sejak menjadi aktivis pergerakan mahasiswa di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten beberapa tahun silam.

Wanita yang pernah aktif di Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Banten ini mengutarakan keprihatinannya kepada BantenPerspektif.Com, beberapa waktu lalu. Ia pun mendirikan Yayasan Madani di Kecamatan Taktakan, Kota Serang sebagai jawaban atas kegelisahanya terhadap kondisi lingkungan. Ia sempat menenggelamkan diri dalam aktivitas sosial tersebut, berbaur dengan warga lapisan bawah dan memberikan secercah harapan hidup kepada mereka.

Lahir di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Wanita yang memiliki nama lengkap Erna Yuliawati ini juga care terhadap dinamika politik yang terjadi. Ide dan pemikiran soal bagaimana seharusnya seorang muslimah berperan aktif dalam ranah politik pun ia bagikan kepada para mahasiswai di sejumlah kampus.

Pasang surut keterlibatan muslimah dalam politik menjadi pemicu kenapa ia bertahan dalam dunia yang penuh gesekan itu. Beberapa kali ia menjadi leader dalam mobilisasi massa untuk melakukan aksi.

"Sebetulnya waktu Aksi 212 saya pengen ikut, cuma waktu itu lagi hamil besar. Jadi sekuat tenaga saya melibatkan diri agar tidak tertinggal oleh sejarah meski hanya bantu-bantu menggalang dana dan membantu teman-teman yang ikut Aksi 212 ke Jakarta," kenang Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Sultan Maualana Hasanudin Banten ini.

Selain care dengan dunia sosial, pendidikan dan politik, Erna juga mencoba masuk dunia baru yaitu bisnis. Dengan brand Milk Susu Kedai Safari, Erna dibantu saudaranya membidik pasar kelas menengah. Kini, usaha yang rintis beberapa tahun lalu mulai dikenal pasar di Kota Serang.

"Untuk bisnis sih saya lebih banyak dibantu saudara, karena terus terang saya minim pengalaman bisnis," aku Erna. Ia juga aktif memberikan tausiah di sejumlah majelis taklim di komplek perumahan di Kota Serang.

Alumnus Pasca Sarjana UHAMKA ini juga beberapa kali menjadi pemandu jamaah haji di PT Global Energy Multazam, sebuah perusahaan travel haji dan umroh di Kota Serang. Banyaknya jejaring dan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas membuat nama wanita cukup dikenal dan menjadikan ia sebagai salah satu tokoh muslimah di Kota Serang dari generasi milinea.

Tumpukan mimpi masih ia simpan dalam fikirannya, karena butuh timeng dan momentum untuk meletupkan mimpi-mimpinya itu. "Doakan saja semoga istiqomah di jalan kebenaran dan bisa menjadi muslimah yang sukses dalam keluarga juga bisa memberikan kontribusi pada ummat," pintanya.***


BACA JUGA:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.