Post views: counter

Header Ads

Mahasiswa Untirta; Kasus Perancis Teriak, Rohingnya Kok Diam!


BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Penindasan terhadap muslim di Rohingya, Myanmar menjadi perhatian dunia tak terkecuali mahasiswa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Seorang mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Untirta Banten pun memberikan sindiran dan kritik.

Berikut ini sindiran Rafli Maulana terkait pembantaian Rohingnya yang dikirimkan ke BantenPerspektif.Com, Senin (3/9/2017).

Muslim Rohingya setiap hari selalu merana, masyarakatnya tertindas, suara keras  dari selongsong senjata terdengar dimana-mana, bau mesiu seakan menjadi oksigen bagi masyarakat rohingya. Para tentara menatap tajam bagai memiliki mata elang yang melihat etnis rohingya bagaikan hewan buruanya. Mereka menembak membabi buta, mereka membakar etnis rohingya bagaikan hidangan pesta. 

Dari data PBB menyatakan bahwa ada 5.200 para pengungsi Muslim Rohingya yang ada di Bangladesh,  belum lagi sekitar 400.000 ribu sedang menuju Bangladesh sedang ribuan Muslim Rohingya entah dimana keberadaanya, dan jumlah korban 100 orang yabg tewas, belum lagi data perkampungan yang terbakar .sakit rasanya Muslim Rohingya yang berada di Rakhine adalah asli dari sana, tetapi sampai saat ini tidak diberikan kewarnegaraan. Apakah karena status Muslimnya?  Sangat tidak toleransi Myanmar itu!

Tapi seakan dunia menutup mata, ketika terjadinya penembakan tehadap masyarakat Francis dunia membuka mata lebar-lebar dan mengecam aksi penembakan tersebut. Seakan seorang penembak dijadikan musuh bersama oleh dunia hingga menjadi viral beberapa lama. Begitu juga di Indonesia ketika ada aksi kopi sianida, brrita itu viral seantero Indonesia. 

Tapi apakah berita tentang pembakaran, pembunuhan, penghapusan etnis Rohingya di Myanmar menjadi viral di dunia dan Indonesia? Sepertinya tidak! Hanya segelintir orang dan pemerintahan saja yang tahu! 

Hari ini hatiku dan juga hati para muslim didunia termasuk Indonesia merasa sedih tiada tara, seakan mendengar berita atas bantuan-bantuan yang sudah datang ke Myanmar menjadi suatu penghibur lara. Tapi tetap hati digoreskan kesedihan atas bantuan yang diberikan untuk muslim Rohingya di porak-porandakan oleh tentara Myanmar, mereka berebut bantuan tersebut untuk kepentingan tentara Myanmar.

Indonesiaku, hanya kepadamu aku menambatkan hati karena aku tahu bahwa jelas negara Indonesiaku ini memegang erat sekali tentang perdamaian dunia. Tercantum dalam UUD 1945 alinea 4 yang bunyinya "dan ikut melaksanakan ketertiban dunia" .

Dari aku sebagai masyarakat Indonesia dan juga sesama muslim, mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia terkhusus di Banten ini mari sama sama mendoakan untuk Muslim Rohingya semoga kepanasan yang terjadi disana segera selesai dan semoga masyarakat Muslim Rohingya diberi hak kewarnegaraannya dan juga tidak ada lagi rumah ataupun Muslim Rohingya ditembak dan di Bakar. Semoga juga yang Muslim Rohingya yang mengungsi di Bangladesh dan di  Aceh bisa segara kembali. Aamiin

Rafli Maulana 
Pendidikan Sejarah 15 Untirta Banten
                   



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.