Post views: counter

Header Ads

Penyertaan Modal Rp 70 M untuk Bank Banten Riskan


BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG -- Rencana pemberian dana penyertaan modal senilai Rp 70 miliar untuk Bank Banten dan PT Jamkrida Banten dinilai riskan. Sebab sampai sekarang belum ada payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) khusus Bank Banten.

Hal tersebut dikatakan Anggota Badan Anggaran DPRD Propinsi Banten, Ade Hidayat menanggapi rencana pemberian penyertaan modal kepada Bank Banten pada APBD Perubahan 2017. Menurut Ade, Pemprov Banten harus meninjau ulang rencana tersebut agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

"Kalau sudah ada Perda Bank Banten maka dana penyertaan modal tersebut tak menjadi masalah, tapi sekarang problemnya belum ada perdanya sehingga menurut saya riskan dan potensi untuk tidak tepat penggunaanya besar," kata politisi Gerindra ini.

Dijelaskan Ade, rencana pembiayaan daerah Propinsi Banten pada struktur APBD Perubahan 2017, yang ditargetkan dari pendapatan daerah senilai Rp 9,942 triliun dengan kebutuhan belanja daerah mencapai Rp 10,431 triliun  dan terdapat selisih kurang (defisif anggaran) sebesar Rp 489 miliar.

Namun justru ada angka Rp 70 miliar akan dialokasikan untuk penyertaan modal Bank Banten dan Jamkrida Banten. Kedua lembaga ini merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Propinsi Banten. Sayangya, sampai sekarang belum ada Perda Bank Banten sehingga masih berada di bawah PT Banten Global Development.

"Nah, ini menurut saya kurang tepat. Mestinya kalau penyertaan modal untuk Bank Banten dan Jamkrida yang rekeningnya langsung bukan melalui PT BGD. Maka kami tidak setuju dengan penyertaan modal tersebut," kata Ade.

Saham Bank Banten 
Sementara itu, informasi publik yang disampaikan Bank Banten melalui situs resminya,ada tiga pemegang saham Bank Banten, yaitu PT. Banten Global Development (BGD) merupakan pemegang saham pengendali, Publik dan PT Recapital Sekuritas Indonesia d/h PT Recapital Securites.

Dalam situs resminya, tercatat PT BGD memiliki saham sebanyak 51 persen, PT. Recapital Sekuritas Indonesia d/h PT. Recapital Securities sebanyak 13,76 persen dan saham yang dimiliki publik sebanyak 35,24 persen. Pendirian Bank Banten sendiri pernah menjadi perbincangan publik karena tersangkut kasus hukum yang melibatkan anggota DPRD Propinsi Banten.

Redaksi | BantenPerspektif.Com




BACA JUGA:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.