Header Ads

3 Kekuatan Inilah yang Bikin PKS Tahan Banting



BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK --- Sejak lahir sampai sekarang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap solid meskipun beberapa kali dihantam badai. Ada tiga kekuatan yang membuat PKS tahan banting meski isi tasnya tak setebal partai lain.

Demikian disampaikan Presiden PKS, Sohibul Iman saat memberikan taujih kepada peserta Kemah Bakti Nusantara (Kembara) Menengah Dua DPW PKS Banten di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Minggu (8/10/2017).

Sohibul menjelaskan, ketiga kekuatan itu adalah pertama  militansi kader. "Silahkan orang (partai-red) boleh meniru secara fisik bahkan bagus dari kita (PKS-red). Tapi hasilnya pasti berbeda, karena kita punya punya ruh dakwah," ujarnya.

Yang kedua, lanjut Shohibul, adalah soliditas struktur. Dengan soliditas struktur tersebut, PKS tidak pernah ricuh saat pergantian struktur. Apalagi dalam kamus PKS tidak ada istilah putra mahkota.

"PKS tidak mencetak kader untuk berebut posisi. Karena jargon kita adalah menjadi da'i dimana saja. Sehingga ketika kader menempati posisi jabatan itu hanya amanah bukan tujuan," ungkapnya.

Dan keunggulan yang ketiga ini jarang disebut oleh orang bahkan kader sendiri, yakni adanya keberkahan kolektif. Shohibul menjelaskan, orang berfikir, partai bisa eksis kalau punya modal (uang) sebagai sumber daya. 

Padahal PKS didirikan bukan dari kalangan konglomerat, tapi alhamdulillah bisa eksis hingga saat ini. Bahkan, PKS bisa memiliki kantor pusat yang representatif.  "Kita punya kebanggaan dari sisi keberkahan kolektif. Dari keberkahan itu kita bisa membangun fasilitas dalam rangka berkhidmat untuk rakyat."

Karena itulah, Shohibul Imam mengajak seluruh kader PKS untuk mengenali keistimewaan partai dakwah ini bukan untuk takabur, tapi confidence level (tingkat kepercayaan diri).

"Jangan sampe confidence level kita jatuh hanya karena gak punya isi tas. Seolah-olah kita gak punya value (nilai). Padahal kita sudah memiliki semua, tinggal kita evaluasi apa kekurangannya," pungkasnya."

Reporter : Sucipto
Editor : Karnoto



Diberdayakan oleh Blogger.