Post views: counter

Header Ads

Operasional Ratusan Juta Tapi Siswanya Gratis



BANTENPERSPEKTIF.COM, TANGERANG --
Pusat Pendidikan Al-Quran (PSQ) yang beralamat di Komplek South City Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini menghabiskan dana operasional hingga Rp200 juta untuk satu program selama enam bulan. Meski demikian, para siswanya tidak dipungut biaya alias gratis.

“Siswa tidak dipungut biaya. Sejak keberangkatan dan kepulangan kita biayai. Semua biaya operasional dari donatur,” kata Mukhlis Muhammad Hanafi, Wakil Direktur PSQ  saat ditemui www.bantenperspektif di komplek PSQ, Rabu (11/10/2017) siang.

Mukhlis mengatakan, Pusat Studi Al-quran merupakan pesantren yang menyediakan program khusus pasca hafidz Al-quran, dan para siswanya adalah penghafal Al-quran yang akan di didik dan diseleksi untuk menggali Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan Islam yang moderat.

“Mereka berasal dari seluruh Indonesia. Setiap satu angkatan maksimal 30 orang, dan para santri disini mengikuti pendidikan selama enam bulan,” katanya.

Mukhlis menjelaskan, program utama PSQ adalah membekali siswa dengan aspek keilmuan dan wawasan pemahaman Al-quran, karena mereka sudah hafal Al-quran tetapi sebagian besar tidak mengetahui makna Al-quran yang mereka baca.

“Kita bekali para siswa dengan kajian tafsir Al-quran yang dibimbing oleh para doktor atau master dibidangnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mukhlis, para siswa juga dibekali dengan materi keterampilan public speaking dan menjadi pengajar. Karena tidak semua orang yang hafal Al-quran itu bisa menjadi pengajar.

“Kita fokus pada keilmuan dan keterampilan yang terkait dengan metode pengajaran dan public speaking, agar mereka bisa menjadi pengajar Al-quran yang baik atau menjadi da’i yang moderat,” ungkap Mukhlis.

Menurutnya, syarat untuk menjadi siswa di PSQ harus hafal 30 juz Al-quran dan mampu membaca kitab kuning. Sejak berdiri pada 2009, Pusat Studi Al-Quran sudah meluluskan 16 angkatan, sebagian besar para alumninya melanjutkan studi bahkan sudah ada yang berhasil membuka pesantren di daerahnya.

“Hampir tiap tahun kita juga kirimkan siswa terbaik untuk studi ke Mesir,” jelas Mukhlis.

Dia berharap, dari program pasca tahfidz akan menghasilkan kader-kader yang bisa mengembangkan kehidupan keagamaan yang berbasis Al-quran tetapi dengan inklusif, terbuka, moderat.

“Para alumninya dapat mengembangkan pemahaman Islam yang moderat, toleran dan kita bekali mereka dengan metodelogi yang mendukung hal itu,” harapnya.

Pada awal 2016 lalu gedung PSQ diresmikan oleh Grand Syeikh al-Azhar Mesir, Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb. Visi PSQ adalah mewujudkan nilai-nilai al-Qur’an di tengah masyarakat yang pluralistik. Untuk itu, PSQ melakukan beberapa kegiatan, antara lain; Pendidikan Kader Mufasir, ToT, Pesantren pasca Tahfidz Bayt Al-Qur’an, Living Qur’an dan lain sebagainya.***

Reporter : Sucipto
Editor : Karnoto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.