Header Ads

Sisi Lain PR Summit PKS 2017 di Yogyakarta [Bagian - 2]



Sisi Lain PR Summit PKS 2017 di Yogyakarta [BAGIAN - 2]
"Tawaf" di Jalan Maliboro Jogja Istimewa


Suasana berbeda bisa kami rasakan saat memasuki daerah Jogjakarta, tepatnya di Jalan Maliboro. Kawasan ini menjadi branchmark Kota Jogjkarta dengan tagline Jogja Istimewa.


Oleh Humas DPW PKS Banten

"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga di Jogjakarta," kata Ghufron yang kita jadikan guide karena pernah kuliah di UIN Jogjakarta. Jarak 100 meter dari Jalan Maliboro tampak terbentang spanduk putih bertuliskan "PR Summit 2017 PKS". Uniknya meski kita tahu ada spanduk tapi sempat "tawaf" di Jalan Maliboro karena salah hotel. 

Kita menyisir pinggiran Jalan Maliboro dan nyasar ke Hotel In, padahal tempat yang sebenarnya adalah Grand Ina. Lokasinya persis berada di Jalan Maliboro. Tiga kali kami "tawaf" di kota dengan tagline Jogja Istimewa ini. 

Bahkan kami sempat menyelinap di Kantor Gubernur Jojgakarta. Kurang lebih 30 menit kami nongkrong di kantor ini. Bukan karena sengaja ingin melihat kantor gubernuran, tetapi karena bingung cari lokasinya. "Nanti kalau ada yang nanya, bilang saja mau studi banding gitu, ha ha ha," kata Yoga Utama, pimpinan rombongan.

Kontan saja kami yang berada di dalam mobil tertawa. Jejeran mobil dinas hanya mobil kami yang plat A. "Oh ya bener, kan plat mobil kita A," timpal salah seorang dari kami. Setelah diskusi kecil akhirnya diambil kesimpulan kalau kita sudah melewati lokasi acara.

Kami pun akhirnya muter lagi menyisiri Jalan Maliboro dan setelah "tawaf" tiga kali akhirnya kami pun menemukan lokasi acara PR Summit 2017 PKS di Grand Ina. Usai parkir kendaraan kami masih mencari lokasi acara. "Pak, acara PKS disebelah mana ya?" tanya Ismail ke salah satu security hotel.

Setelah ditunjukan dengan jelas kami pun langsung masuk ke dalam hotel dan tampak sejumlah peserta dari berbagai daerah sudah memadati ruangan registrasi. Kami pun melakukan regisrasi ke panitia yang dijaga oleh seorang perempuan.

Terlihat suasana hotel ramai, sejumlah Humas DPW dari berbagai wilayah menyebar. Ada yang sedang makan di restoran, mengurus administrasi dan ada pula yang duduk santai. Sementara di depan pintu masuk toilet terlihat seorang pria tua sedang memperagakan cara pembuatan wayang. 

Pada posisi tak jauh dari lak-laki ini tampak beberapa orang sedang bermain gamelan jawa, lengkap dengan pakaian adat jawa. Syarief pun mengambil gambar laki-laki yang sedang membuat wayang dan mewancarainya.

Kurang lebih 1 jam menunggu registrasi kami mendapat jatah kamar tidur. Satu kamar diisi dua orang. Usai menaruh tas rangsel yang kami bawa ke kamar hotel, para peserta termasuk kami berenam menuju ruang utama acara yaitu di Ruang Borobudur. Terlihat dua pembicara sedang menyampaikan materi tentang trend  digital.

Peserta mendadak heboh ketika Gus Mul, salah seorang pembicara menampilkan gambar dirinya bersama Bella Saphira, artis yang sempat menjadi kontroversial karena urusan asmaranya. Foto tersebut sebetulnya hasil editan tapi justru dari foto editan ini ia menjadi terkenal bahkan beberapa kali diundang ke stasiun televisi swasta.

Dalam penyampaiannya, Gus Mul menyarankan agar ke depan konten yang dishare menghibur tapi tetap menghandung value. Menjelang Maghrib acara workshop sebagai pra pembukaan selesai semua peserta kembali ke kamar hotel untuk menyiapkan acara pembukaan yang dihadiri Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Bidang Humas DPP PKS, Ledia Hanifa Amaliah.

 --- Bersambung ---

No comments

Powered by Blogger.