Post views: counter

Header Ads

Irna dan Identitas Visual yang Baru




Identitas visual yang orang tampilkan merupakan cara berkomunikasi orang tersebut kepada publik.
~Karnoto~


Sejak mendengar kabar Irna terpilih menjadi Sekretaris DPD Partai Demokrat Propinsi Banten saya langsung membuat tulisan perihal identitas baru Irna.

Irna Narulita, Bupati Pandeglang, kini lebih sering terlihat mengenakan hijab biru. Hal ini wajar mengingat Irna sekarang adalah politisi Partai Demokrat pasca dipilih menjadi Sekretaris DPD Demokrat Propinsi Banten beberapa hari lalu.

Dalam akun twitter irnadim99, irnadimyati dan irnacenter, istri anggota Dimyati Natakusumah, anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini tampak dalam beberapa momen mengenakan hijab biru.

Apakah hijab biru Irna ada kaitannya dengan partai barunya? Untuk menjawab pertanyaan ini sebetulnya cukup dengan makna migrasi Irna dari PPP ke Demkorat. Identitas visual dua partai tersebut jelas berbeda, PPP hijau sedangkan Demokrat biru.

Andaikan Irna belum mau "mengaku" identitas visual barunya ke publik dengan lisan, namun  dalam teori komunikasi pemasaran identitas visual yang Irna sering pakai mengandung pesan. Dan komunikasi melalui identitas visual yang baru tersebut disadari Irna sendiri. Sebab apa yang dipakai seseorang dengan keterikatannya  mengandung pesan yang ingin disampaikan kepada publik.

Dulu, Irna lebih banyak mengenakan hijab hijau karena masih menjadi politisi PPP, tapi sekarang ia punya warna baru yaitu biru sebagai identitas visual Partai Demokrat yang suka atau tidak dengan warna itu, Irna harus mau menunjukanya ke publik.

Irna memang selayaknya sering menunjukan warna biru mengingat dia adalah orang baru di Partai Demokrat dan Demokrat membutuhkan uji loyalitas, salah satunya adalah identitas visual.

Meskipun tidak dijadikan standar utama, tapi identitas visual dengan ciri warna partai dimana Irna bernaung akan dipantau Demokrat. Persepsi pasti akan berbeda jika Irna masih sering tampil dengan warna hijau.

Pantauan saya di sosmed, Irna memang tengah berusaha menyesuaikan dan sedang menunjukan dan mencoba "menikmati" warna barunya yaitu biru.

Seperti saat ia memantau pelaksanaan pilkades  serentak  di Kabupaten Pandeglang pada 5 November 2017. Irna menggunakan hijab biru muda dan baju putih.

Begitu juga saat melepas parade kostum baju bertemakan buah dan sayuran, Irna juga mengenakan hijab biru. Meskipun sebenarnya sayur dan buah-buahan lebih banyak warna hijaunya ketimbang biru dan akan lebih ngeklik kalau Irna juga memakai warna hijau, namun karena warna tersebut sudah menjadi warna kenangan maka Irna memilih mengenakan hijab warna biru. Dan hijab serta baju biru pun Irna pakai saat membuka sosialisasi pendidikan inklusif.

Dan saya sih yakin Irna akan lebih banyak mengenakan hijab biru, terutama dalam momentum-momentum penting. Sekali lagi identitas visual merupakan cara seseorang mengkomunikasikan identitas dirinya.

Hijab biru yang sering Irna pakai merupakan cara Irna berkomunikasi ke publik bahwa dirinya telah pindah rumah. Partai berlambang ka'bah merupakan rumah lama Irna, sedangkan rumah baru Irna adalah partai berlambang bintang mersi.

Selamat tinggal di rumah baru, semoga betah dan bisa menikmati rumah barunya.

Penulis : Karnoto
Pengelola BantenPerspektif.Com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.