Header Ads

Menelisik "Revolusi Putih" Prabowo



Idealnya sebuah partai memiliki tema besar yang dicreate dalam statement filosofis agar kerja-kerja politiknya terarah dan sistematis.

Beberapa hari terakhir ini Prabowo Subianto mengeluarkan statement filosofis yang menurut saya secara konteks kontras dengan tema besar Jokowi. Revolusi Putih, itulah tema besar Prabowo yang sekarang mulai dimasifkan dalam activity brandingnya.

Dalam dunia pergerakan, apalagi politik memiliki tema besar sangtlah penting agar gerakan politiknya terarah. Selain itu, tema besar itu juga memudahkan kader di daerah dalam melakukan komunikasi politiknya.

Revolusi Putih yang menjadi tema besar Prabowo dan Gerindra akan menjadi pemantik sekaligus daya tarik. Karena memiliki perbedaan yang mencolok dengan lainnya, dan itulah branding.

Seperti fungsinya, branding tak lain untuk membedakan produk kita dengan produk lain sehingga publik bisa melihat dengan jelas.

Dalam konteks kekinian, Revolusi Putih yang dimasifkan oleh Prabowo dan Gerindra dianggap sebagian publik memperjelas positioning Prabowo dan Gerindra sebagai pembela gerakan Islam, yang belakangan memiliki kesadaran kolektif soal politik.

Padahal, Revolusi Putih yang dimaksudkan Prabowo tak lain adalah upaya mencetak bibit-binit sehat dan unggul melalui gizi dan gerakan minum susu untuk generasi muda.

Revolusi Putih ini memang tidak secara implisit menunjukan positioning Prabowo dan Gerindra sebagai pro terhadap gerakan Islam, namun publik pasti akan mengaitkan dengan activity branding Prabowo yang memang dekat dengan tokoh -tokoh Islam dan memberikan dukungan terhadap gerakan Islam.

Secara kontekstual jelas akan memberikan keuntungan bagi Gerindra dan Prabowo karena persepsi ini memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kondisi sosial yang akhir-akhir ini terjadi.

Kesadaran politik ummat Islam sekarang sedang naik-naiknya, hebatnya lagi fenomena ini justru dimotori oleh middle class muslim. Dan sepanjang sejarah, tidak ada perubahan yang tidak dimotori oleh kelas menengah.

Meskipun jumlah mereka lebih sedikit dengan kaum proletar atau kelas bawah, tapi mereka memiliki pemikiran dan mampu memobilisasi massa dari lapisan bawah.

Mulai dari zaman kemerdekaan, Boedi Oetomo, Reformasi dan Aksi 212, itu semua digerakan oleh kalangan kelas menengah. Jika dikorelasikan dengan Revolusi Putih yang disampaikan Prabowo maka prediksi saya tema besar ini akan mendapatkan support dari publik, terutama kelas menengah muslim.

Revolusi Putih ini tak bisa jalan sendiri, namun dia harus dicreate ke dalam activity branding, baik dalam bentuk event, advertising, public relation maupun media. Jika semua tools itu berjalan masif maka akan mempermulus langkah Prabowo menuju kursi presiden.

Penulis | Karnoto
Brand Consultant.

Diberdayakan oleh Blogger.