Header Ads

Ramai - Ramai Kecam Donald Trump




BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK --- Presiden Amerika Serikat, Donal Trump sepertinya benar - benar membuktikan dirinya sebagai salah seorang yang tidak bersahabat dengan umat Islam. Baru -baru ini ia mengumumkan pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ulah Donal Trump pun mendapat kecaman keras dari dunia, khususnya Turki. Presiden Turki Recep Erdogan pun langsung menyatakan kecaman keras. Dalam video yang tersebar di sosial media, Erdogan tampak marah atas ulah Trump.

Bahkan ia mengancam akan membuat perhitungan khusus dengan Trump jika ia tidak segera memerhatikan kecaman tersebut. Di Banten, sejumlah netizen pun ramai - ramai mengecam kebijakan Trump tersebut.

Kecaman datang dari berbagai elemen masyarakat termasuk anggota parlemen di Banten. Sanuji Pentamarta, anggota parlemen dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun tak ketinggalan mengekspresikan kemarahannya melalui sosial media.

Dalam akun facebook pribadinya, Sanuji mengatakan bahwa Trum telah memperlihatkan kebodohannya dengan mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dari Tel Aviv. Berikut kemarahan Sanuji yang dilampiaskan di sosial media.

Donald Trump dan Amerika Serikat memperlihatkan kebodohannya dengan mengumumkan Yarusalem sebagai ibu kota Israel, berpindah dari Tel Aviv. Ini sekaligus memperlihatkan kekerdilannya sebagai kampiun demokrasi dan mediator perdamaian Timur Tengah. 

Pengumuman Donald Trump melukai perasaan ummat Islam karena melakukan pembelaan kepada Zionis penjajah Israel yang sangat tidak masuk akal. Yarusalem atau Al Quds adalah Kota Suci bagi ummat Islam dan juga Nasrani yang Allah SWT sebut dalam Al Qur'an, kota para Nabi dan serta tempat Rosulullah Muhammad SAW menjadi imam ketika peristiwa Isra Mi'raj. 

Ucapan Trump merusak demokrasi, merusak perdamaian dan jelas  mendukung teroris penjajah Israel. Ummat Islam Indonesia yang lebih dari 250 juta orang punya peran untuk membungkam Donald Trump, memberi pelajaran kepada siapa saja yang melukai ummat Islam dunia dan tentu mempunyai tantangan baru dalam agenda pembelaan, kebangkitan dan persatuan ulama dan ummat Islam Indonesia. 

Hamas telah mengumumkan perlawanan dan perang baru kepada Zionis Israel. Semua negara di dunia mengecam. Turki melakukan protes keras. Indonesia dapat berperan lebih jauh untuk membungkam kesombongan Trump. Allahu Akbar !!!

Tampaknya babak baru "perang" dengan konsentrasi di Palestina akan kembali terjadi. Seperti diketahui, Presiden Amerika Donald Trump hari Rabu (6/12) secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk segera bersiap memindahkan kedutaan besar Amerika di Tel Aviv ke ibu kota itu.

Gedung Putih Didemo
Sementara itu , sejumlah orang berdemonstrasi di depan Gedung Putih beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel Rabu siang (6/12). Mereka umumnya memprotes kebijakan itu dan menuntut Trump untuk membatalkan pengakuan yang merupakan penegasan atas UU Kedutaan Amerika di Yerusalem yang dikeluarkan Kongres pada tahun 1995 lalu. (DBS/KNT)


Diberdayakan oleh Blogger.