Header Ads

Encop, Politisi Gerindra Bicara Harta Kekayaan Perempuan



BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Politisi perempuan mesti biasanya akan mengalami kaget ketika diminta menyetorkan harta kekayaan, karena setelah dicatat ternyata semua atasnama suami.

Hal tersebut diungkapkan Encop Sofia, politisi dari Partai Gerindra saat menjadi narasumber pada acara Dialog Pemilu 2019 "Peran dan Peluang Perempuan di Parlemen" di Gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis (11/1/2018).

Menurut Encop, ke depan para perempuan yang hendak terjun ke politik tak ada salahnya meminta kepada suami akan mencatatkan namanya pada harta kekayaan. Hal ini penting agar pada saat menyetorkan harta kekayaan saat pencalonan legislatif tertera nama caleg perempuan.

"Ini bukan persoalan apa-apa, tapi untuk merapikan catatan harta kekayaan. Apalagi untuk pejabat publik," kata anggota DPRD Provinsi Banten ini. Dikatakan Encop, perihal pendapatan antara suami dan istri sebetulnya tak ada masalah bagi calon legislatif perempuan.

"Bagaimana pun perempuan memang punya kewajiban kepada suami. Jadi ketika para caleg perempuan memiliki penghasilan yang lebih dari suami itu tidak menjadi persoalan," ujarnya. Masih menurut Encop, perempuan jangan sampai terasuki patrialistik sehingga sering terjadi perempuan melecehkan pada suami. Padahal ini seharusnya tidak boleh terjadi kalau memakai sistem rahmatin lil alamin.

Acara yang digagas BantenPerspektif.Com dibawah koordinasi BantenPerspektif Research and Development ini dihadiri sejumlah perempuan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis sosial, caleg perempuan. Selain Encop hadir pula pembicara lainnya, yaitu Yemmelia (Caleg DPR RI Banten Dua PKS), Maryanih (Anggota DPRD Kabupaten Serang Golkar), Rini Soraya (Caleg DPRD Banten Perindo) dan Muflihah Ibrahim (Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten)

Penulis : Karnoto

Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.