Header Ads

Ketika Politisi Perempuan Lintas Partai Ngumpul



BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Lima politisi perempuan lintas partai tampil memukau. Meski berbeda partai tapi semangat satu suara memperjuangkan isu perempuan mempersatukan mereka.

Lima politisi itu adalah Muflihah Ibrahim (PPP), Yemmelia (PKS), Encop Sofia (Gerindra), Maryanih (Golkar) dan Rini Soraya (Perindo).

Mereka kumpul dalam acara Diskusi Pemilu "Peran dan Peluang Politisi Perempuan di Parlemen". Acara yang diprakarsai Banten Perspektif ini berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis (11/1/2018).

Dalam pemaparannya, Muflihah Ibrahim menuturkan bahwa peran perempuan di parlemeb harus menyatu meski berbeda partai.


"Memang kompetisi kita bukan cuma dengan eksternal partai, tapi juga sesama caleg di internal partai. Namun itu jangan menjadikan kita mudah diadu domba yang menyebabkan caleg perempuan konflik," kata politisi PPP ini.

Sementara itu, Encop Sofia, politisi Gerindra mengatakan, memang banyak isu miring soal caleg perempuan tapi itu menjadi tantangan.

"Kita para caleg perempuan harus bersatu, tak perlu bermusuhan," kata Encop. Pada bagian lain, Rini Soraya, Maryani dan Yemmeli menyoroti pertanyaan peserta soal biaya nyaleg.

Menurut Rini Soraya, terkait biaya pasti ada tetapi prinsipnya yang masuk akal. "Memang di luar saya sering ditakut takuti soal biaya nyaleg. Ada yang bilang caleg DPRD Provinsi harus sediakan dana sampai lima miliar. Ini menurut saya tak masuk akal, kalau sampai sebesar itu saya lebih baik jadi pengusaha saja, toh masih bisa berbuat untuk masyarakat," katanya.

Yemmelia, Caleg DPR RI asal PKS menegaskan bahwa soal modal materi dalam politik pasti ada, namun bukan berarti jor joran.

"Dana pasti ada lah, tapi untuk disebutkan berapa angkanya rasanya tidak etis," kata Yemmelia.

Maryanih, politisi dari Partai Golkar mengatakan, urusan dana pasti ada karena tidak mungkin dalam aktivitas politik tak keluar dana.

"Yah, kalau kita ngumpulin orang kan pasti ada yang buat beli air minum, makan dan lain. Tapi bukan berarti kita main bagi-bagi tanpa perhitungan," katanya.

Penulis : Karnoto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.