Header Ads

Minta Suntikan Duit Gagal, Pemprov Jual Saham di BJB



BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG --- Sebanyak 50 persen saham Pemerintah Provinsi Banten dipastikan dijual ke Bank BJB pada tahun 2018 ini. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan permodalan di bank milik Pemprov Banten yaitu Bank Banten.

Saat ini modal inti Bank Banten hanya Rp 478 miliar dan itu masuk kategori bank kecil. Langkah ini dilakukan Pemprov Banten karena suntikan dana yang semula diharapkan dari APBD ternyata gagal karena tidak disetujui anggota parlemen.

Di Bank BJB, Pemprov Banten memiliki 5, 37 persen saham atau jika dirupiahkan kurang lebih Rp 1,12 triliun, sedangkan sisanya milik pemkab dan pemkot 7,76 persen. Pemprov Banten sengaja tidak menjual saham dalam waktu sekaligus, namun secara bertahap.

Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, saat ini bank sedang memproses penjualan sahab tersebut ke Bank BJB. Nilai saham 50 persen yang dimiliki Pemprov Banten setara dengan Rp 600 miliar seperti dilansir kontan.

Seperti diketahui, parlemen di DPRD Banten memang menolak rencana suntikan dana ke Bank Banten dengan alasan belum ada payung hukum yang khusus untuk Bank Banten. Bank Banten sampai saat ini masih di bawah PT Banten Global Development.

Ade Hidayat, salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Gerindra mengatakan, fraksinya menolak usulan suntikan modal untuk Bank Banten sebelum memiliki perda sendiri.

"Kami khawatir kalau sekarang disetujui dana tersebut tidak hanya untuk Bank Banten, karena sampai sekarang masih dibawah PT Banten Global Development. Kalau sudah punya perda sendiri baru kami setuju," kata Ade.

Penulis : Karnoto
Foto : Youtube
Diberdayakan oleh Blogger.