Header Ads

PKS ; Perbaiki Segera SDN Rawa Buntu



BANTENPERSPEKTIF.COM, SERPONG –Perbaikan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Rawa Buntu harus menjadi prioritas pembangunan oleh dinas terkait di tahun ini.

Demikian dikatakan anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang Selatan, Siti Chadijah saat mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Siti Chadijah mengunjungi sekolah tersebut bersama Endang Supriyatna Kepala Sekolah SDN 03 Rawa Buntu, Lurah Rawa Buntu dan perwakilan dari Dinas Bangunan Kota Tangsel usai mengikuti Musrembang (musyawarah perencanaan pembangunan) di Kantor Kelurahan Rawa Buntu.

“Kami lihat sendiri konstruksi bangunan sangat mengkhawatirkan, lantai dan dinding retak-retak, jendela terlihat kendor karena dipasang seadanya. Gedungnya tak layak huni,” kata Chadijah, Rabu (01/02/2018).

Chadijah mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi dari dinas terkait bahwa sudah ada kajian akademis dari Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong tentang solusi perbaikan gedung sekolah tersebut.

“Jadi tinggal dilaksanakan saja, tentu anggarannya juga harus dipersiapkan,” ujarnya.

Karena itu, Chadijah akan meminta Pemkot Tangsel segera melakukan perbaikan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2018.

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah tersebut tidak bisa dilakukan dengan anggaran Musrenbang tingkat Kelurahan, tetapi melalui anggaran dinas terkait yakni Dinas Bangunan.

“Pembangunan gedung ini harus segera dilakukan. Kami akan kawal dan dorong agar perbaikan gedung SDN 03 Rawa Buntu masuk APBD Perubahan tahun 2018 bisa terealisasi.

Tapi kalau tidak memungkinkan semoga bisa menjadi prioritas di APBD tahun 2019,” ujarnya.

Endang Supriyatna menambahkan, SDN 03 Rawa Buntu pernah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan setempat menjadi sekolah percontohan.

Karena itu, pada 2013 sekolahnya mendapat bantuan dari pemda setempat berupa pembangunan gedung tiga lantai.

“Gedung selesai dibangun sekitar akhir tahun 2014, namun kami tidak mau serah terima kunci karena kondisi bangunannya ternyata tidak layak,” ungkapnya.

Endang menjelaskan, bangunan di lantai tiga sekolahnya belum bisa difungsikan karena kondisi bangunan sangat mengkhawatirkan.

Apalagi kalau hujan kerap bocor dan airnya merembes hingga lantai bawah.

"Yang bikin khawatir itu kalau ada angin kencang gedung terasa goyang, dan pasca gempa kemarin buku-buku di perpustakaan berantakan," ucapnya.

Sekolah yang terletak di Jalan Raya Ciater, Rawa Buntu, Serpong ini memiliki luas tanah 4.000 meter persegi dan siswa sebanyak 1.049 orang dengan total ruang kelas sebanyak 30 ruangan.

“Yang bisa digunakan hanya 21 ruangan, di lantai satu dan dua digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dan rencananya, gedung lantai tiga akan difungsikan sebagai ruang serbaguna, perpustakaan, dan mushola tapi hingga sekarang belum bisa dipakai karena tidak layak,” jelasnya.

Endang berharap, agar Pemkot Tangsel segera memperbaiki konstruksi gedung sekolah menjadi layak dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami berharap Pemkot Tangsel dapat memberikan bangunan yang layak. Sehingga siswa maupun guru dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan nyaman,” harapnya.

Penulis : Sucipto
Editor : Karnoto
Foto : Sucipto
Diberdayakan oleh Blogger.