Header Ads

Politisi PAN Minta Istilah Mahar Politik Diganti



BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA --- Legislator di senayan dari Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto meminta agar tidak lagi menggunakan istilah Maharti dalam soal biaya politik. Alasannya, mahar merupakan kata sakral dalam ajaran Islam sehingga sebaiknya menggunakan istilah lain.

"Jujur perlu saya sampaikan sebaiknya istilah mahar politik tidak dipakai untuk urusan ini. Sebaiknya menggunakan istilah lain misal ongkos perahu atau lainnya," kata Yandri dalam acara Indonesia Lawyers Club tadi malam.

Dikatakan Yandri, penggantian istilah mahar dalam politik dikhawatirkan akan mengubah intepretasi arti mahar. Padahal mahar dalam Islam itu hal yang sakral dalam pernikahan. "Sebaiknya gantilah kata itu karena itu sakral banget," kata Yandri.

Baca Juga:
Tak Jadi Dicalonkan, Politisi Gerindra ini Legowo
Anis Matta Masuk Bursa Capres dan Cawapres
Pria Asal Brebes Siap 'Duel" dengan Ganjar

Menanggapi usulan Yandri, Al Khakhatat keberatan jika kata mahar diganti dengan ongkos perahu politik. Menurutnya itu tetap saja tidak baik sehingga mesti dicari istilah lain sebagai pengganti kata mahar. "Istilahnya jangan ongkos perahulah karena itu tetap saja tidak boleh dalam Islam," kata Al Khathatat.

Isu mahar politik mendadak ramai kembali pada Pilkada 2018. Ini bermula saat La Nyala membeberkan mahar politik saat ia hendak maju pada Pilkada Jawa Timur. Ia bahkan melakukan konsferensi pers secara khusus sehingga videonya miral dan ramai menjadi perbincangan publik.

Partai Gerindra sendiri telah membantah apa yang ditudikan La Nyala, karena faktanya beberapa kepala daerah pernah diusung Gerindra dan tidak dimintai mahar politik. "Kan sejumlah tokoh sudah memberikan testimoni bahwa Gerindra tidak meminta mahar dalam pilkada," kata Feri Julianto.

Sejumlah tokoh nasional memang telah memberikan tesitmoninya yang isinya menyanggah adanya mahar yang dilakukan Gerindra sebagaimana tudingan La Nyala. Beberapa tokoh tersebut yaitu Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Sandiago Uno (Wakil Gubernur DKI Jakarta) termasuk Mafhduz MD (Mantan Ketua MK).

Penulis : Karnoto | Sumber : ILC  | Foto: Youtube

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.