Post views: counter

Header Ads

Tangsel Masuk Endemi HIV, PKS Prihatin




BANTENPERSPEKTIF.COM, TANGSEL ---Kota Tangerang Selatan dalam beberapa tahun terakhir masuk dalam lima kota se-Banten yang menjadi endemik bagi penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Peringkat tersebut berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten sepanjang 2002-2014.

Angka tersebut  menjadi keprihatinan tersendiri bagi anggota legislatif Kota Tangerang Selatan, Andi Cut Muthia. Fenomena terhadap longgarnya ikatan keluarga di  masyarakat, menurutnya, membuat anggota keluarga, terutama anak, menjadi rentan terjerumus dalam perilaku yang melanggar norma, agama, dan juga hukum.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu dampak dari longgarnya ikatan keluarga. Nah, salah satu risiko dari pemakaian narkoba adalah tertularnya virus HIV dan AIDS, melalui jarum suntik yang digunakan secara bergantian dan seks bebas,” kata Muthia.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan ini, jika ketahanan keluarga melemah, maka anggota keluarga, terutama anak sebagai penerus keluarga, akan menjadi sasaran empuk jaringan narkoba internasional. “Dari berbagai sumber data dan informasi yang mudah kita dapatkan, negeri tercinta Indonesia ini sudah disebut sebagai jalur internasional peredaran narkoba.

Bayangkan jika kalangan artis dan public figure yang menjadi idola anak muda terjerat narkoba. Bagaimana masa depan anak-anak kita jika kita diam saja?” tanya Muthia retoris.

Muthia menambahkan, yang juga patut menjadi perhatian masyarakat luas terkait penyebaran penyakit HIV dan AIDS adalah kian masifnya gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Tanah Air. Padahal, katanya, kelompok ini juga paling rentan menularkan virus yang belum diketemukan obatnya ini.

Oleh karena kondisinya sudah sedemikian memprihatinkannya, sebagai anggota legislatif yang punya kewenangan membuat regulasi bersama pemerintah, Muthia pun bertekad untuk mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tangerang Selatan. “Pekan-pekan ini kami di Pansus mengagendakan pembahasan Raperda ini, semoga lancar dan bisa disahkan dalam waktu dekat,” tandasnya.

Fraksi PKS, kata Muthia, telah menyetujui Raperda ini untuk dibahas sejak akhir tahun lalu. Fraksi juga memberikan perhatian kepada para korban yang secara tidak sengaja berhubungan dengan orang yang mengidap HIV AIDS (ODHA). “Seharusnya mereka ini dilindungi dan diselamatkan agar penyakit yang dideritanya tidak meluas dan merugikan masyarakat.

Terlebih lagi, sambung Muthia, belum lama ini Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi terhadap pasal KUHP tentang zina dan hubungan sesama jenis. “Konsekuensi dari penolakan itu dapat berdampak pada masifnya perilaku LGBT dan seks bebas,” tegasnya.

Perlindungan kepada generasi muda, katanya, juga wajiba dilakukan. “Peraturan daerah tentang Kota Layak Anak menegasikan pentingnya upaya tersebut. Nantinya akan beririsan dengan Perda tentang Ketahanan Keluarga yang juga akan dibahas di DPRD,” ujar pemerhati masalah ketahanan keluargan ini.

Ia menandaskan bahwa ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci pencegahan penyebaran HIV dan AIDS.

Penulis : Sucipto | Editor : Karnoto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.