Header Ads

Tolak Impor Beras, Irna "Jualan" Beras Lokal



BANTENPERSPEKTIF.COM, PANDEGLANG --- Bupati Pandeglang, Irna Narulita rupanya cukup jeli melihat momentum. Ia tak hanya menolak impor beras yang direncanakan pemerintah pusat, namun momentum ini dimanfaatkan untuk promosi beras lokal Pandeglang.

"Saya tegaskan,  Pandeglang menolak beras impor. Saya pun sudah sampaikan ke Sub Divre Pandeglang-Lebak agat siap menampung beras lokal,” kata Irna seperti dilansir  Kabar Banten, Sabtu (13/1/2018). Tak hanya menolak, Irna juga turut "jualan" beras lokal Pandeglang.

Kata dia,  beras lokal Pandeglang cukup berkualitas sudah dikenal di pasaran. "Ada beras Cimanuk, Beras Pandan  sampai Beras Huma pun ada di Pandeglang," kata Irna layaknya pedagang beras di pasar tradisional.

Baca Juga:
Adu "Senyum" Politisi Perempuan di Banten
Ketika Politisi Perempuan Lintas Partai Ngumpul
Busyet Dah, Ketua DPW PKS Banten "Dikeroyok" 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu memang Kabupaten Pandeglang panen raya padi. Tak cuma beras, Pandeglang juga telah panen raya jagung. Dijelaskan, pada panen padi Januari sampai Maret 2018 bisa mencapai 188.351 ton gabah kering giling (GKG) dari lahan seluas 31.669 hektare. Dari jumlah GKG tersebut diperkirakan akan menghasilkan beras sebanyak 116.777,62 ton.

Jika dilihat dari kebutuhan beras per jiwa di Pandeglang saat ini 100 sampai 120 kilogram per kapita per tahun atau setara dengan 83 sampai 10 kilogram per kapita per bulan. "Jadi dengan jumlah penduduk Pandeglang saat ini sekira 1,2 juta maka masih surplus sekira 32,42 kilogram per kapita per bulan," katanya.

Penulis: Karnoto | Press Release | Foto: Doc.Irna

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.