Header Ads

Ngurusi Khotbah, Bawaslu Diancam Kasih Kartu Kuning



BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA --- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai diskriminatif dan habiskan energi karena mengerjakan materi khotbah. Padahal bukan itu yang mempengaruhi pilihan publik.

Demikian dikatakan Hidayat Nurwahid, Anggota DPR RI Fraksi PKS yang ia twits di akun twitternya. Menurut Hidayat, seharusnya Bawaslu serius selamatkan kedaultan pemilih dari teroris pilkada, seperti money politik, manipulasi data, intimidasi dan pengusaan media masaa serta medsos.

Tak Hidayat Nurwahid, sejumlah tokoh juga mempertanyakan rencana tersebut. "Bawasli ingin atur masalah materi khotbah. Bawaslu itu Badan Pengawas Pemilu bukan Badan Penyusun Materi Agama," tulis Muhammad Said Didu di twitternya.

Netizen lainnya dengan akun Johan Khan juga mempertanyakan rencana tersebut. Menurutnya, Bawaslu jangan sok sibuk sampai atur - atur khotbah dan ceramah. Urusi saa tugas dan fungsinya (Tupoksi). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui Komisi Dakwah secara tegas menyatakan bahwa isi khotbah tak bisa atur.

"Jangankan Bawaslu, Menteri Agama saja ga bisa," kata Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholis Nafis. Sementara itu, Muhammadiah menilai rencana Bawaslu tersebut lucu dan menggelikan. Bahkan seorang netize mengetwits kalau Bawaslu mesti berikan kartu kuning.

"Kalau takut ada pelanggaran cukup awasi saja. Ga usah ikut susun materi khotbah. Ini mesti Bawaslu dikasih Kartu Kuning deh," twits  Masipul. Seperti diketahui, Bawaslu berencana terlibat dalam materi khotbah. Alasannya hal ini untuk mencegah khotbah yang berbau SARA. Rencananya Bawaslu akan melibatkan tokoh Agama dalam menerapkan kebijakan ini.

Sumber: Diolah Dari Twitter
Penulis : Karnoto
Foto : Internet

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.