Header Ads

Kontroversi, Strategi Grace Dongkrak Popularitas PSI



BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA -- Belakangan ini nama Partai Solidiratis Indonesia (PSI) menjadi bahan pembicaran publik. Sebagian ada yang pro sebagiannya lagi kontra karena pembicaran politik justru dilakukan di gedung pemerintahan.

Startegi marketing politik PSI mirip seperti yang pernah dilakukan Partai Nasdem ketika awal - awal berdiri. Saat itu, Nasdem mengambil jarak dekat dengan Jokowi yang memang lebih popular dengan Partai Nasdem itu sendiri.

Strategi ini cukup manjur karena secara otomatis nama Nasdem pun menjadi pembicaran publik karena ada disamping Jokowi. Hal serupa juga dilakukan PSI. Sebelumnya nama PSI hanya dikenal dikalangan tertentu, tapi sejak peristiwa pertemuan degan Jokowi nama PSI pun tenar.

Startegi marketing politik ini pun sepertinya ampuh untuk mendongkrak popularitas PSI dikalangan lebih luas. Sebagai mantan jurnalis, Grace Natalie paham betul selera media dan karakter media yang menyukai dengan sesatu yang kontroversial.

Membahas masalah Pemilu 2019 dengan Presiden Jokowi di lembaga pemerintahan jelas akan menimbulkan kontroversi dan mencuri perhatian publik. Dan Grace pasti mengetahui hal ini. Namun  justru strategi inilah yang kemudian membuat nama PSI semakin tenar.

PSI mengakui bahwa pihaknyalah yang mengajukan audiensi dengan Jokowi.  Entah mengerti atau tidak terkait strategi PSI tersebut, namun yang pasti Jokowi pun membutuhkan sokongan dari PSI. Grace mengaku bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya menawarkan kampanye media sosial untuk pemenangan Pilpres 2019. "Kami menawarkan untuk campaign creative di media sosial. Jadi kami siap memperkuat Pak Jokowi lewat sosial media," kata Grace di DPP PSI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2018).


Diolah dari Berbagai Sumber
Editor : Karnoto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.