Header Ads

Persepsi Diri, Dari Sini Dimulai Personal Branding



Otak manusia memiliki lebih dari 10 miliar sel saraf dan jumlah interkoneksi yang hampir tidak terbatas. Inilah struktur yang paling kompleks di jagad raya.
~ Ria L. Atkinson dkk ~

Sebelum kita bicara bagaimana melakukan Personal Branding sebaiknya kita awali dari kemampuan kita mempersepsikan diri. Mengapa saya katakan kemampuan? Karena faktanya banyak orang yang tidak bisa menjelaskan saat ditanya dirinya. Persepsi Diri itu merupakan salah satu item tentang konsep diri dan ini penting, sekali lagi penting banget. Ingatnya ya pakai banget! Itu artinya menjadi hal yang wajib dilakukan sebelum pergi jauh membahas bagaimana melakukan personal branding.

Kata persepsi cukup familiar terutama disaat momentum politik. Kata ini erat kaitannya dengan citra dan media, namun sebenarnya memiliki makna yang lebih jauh dari sekadar urusan politik. Secara teoritis banyak pengertian tentang apa itu persepsi. Bahkan dalam teori Psikologi sebagaimana dikatakan Ria L. Atkinson dkk dalam bukunya Pengantar Psikologi membabgi persepsi dalam empat ruang.

Pertama adalah Persepsi Biologis, Persepsi Perilaku, Persepsi Kognitif dan Persepsi Psikoanlitik. Masing - masing memililiki cara pendekatan yang berbeda. Misal, Persepsi Biologis, di buku tersebut diterangkan bahwa teori ini menggunakan pendekatan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental seseorang. Namun saya tidak akan masuk terlalu jauh dalam teori psikologi tersebut, karena memang bukan bidang saya.

Saya coba ingin katakan bahwa Persepsi Diri adalah tools yang tidak boleh dilewati saat seseorang ingin melakukan Personal Branding. Sebab dari sinilah proses branding bisa dimulai sehingga akan mendapatkan kekuatan brand itu sendiri. Ketika seseorang sudah mampu mempersepsikan diri maka disana akan ditemukan highlight yang melekat pada orang tersebut.

Sebaliknya, jika belum mampu mempersepsikan diri maka mesti dilakukan cara agar kita bisa melakukannya. Salah satu caranya adalah kita melakukan listing terhadap kelebihan kita, kekurangan kita dengan jujur. Ingat ya, jujur! Kalau saya gambarkan dengan bahasa sederhana begini. Ketika kita ingin memperkuat brand (personality) maka kita harus tahu kekuata brand itu sendiri.

Jika kekuatan brand itu sudah kita temukan maka selanjutnya adalah membuat konsep Personal Branding dan melakukannya secara sistematis. Memang kelihatannya mudah, tapi percaya deh sama saya kalau fakta di lapangan masih banyak orang yang sampai sekarang belum mampu mempersepsikan diri.

Diri dalam artian bukan sekadar tempat tanggal lahir atau sekolahnya, namun lebih jauh dari itu adalah apa karakter yang paling menonjol dan melekat sehingga menjadi ciri khas kita. Tentu karakter yang disini adalah yang positif. Kalau negati untuk apa dibranding, tidak perlu dibranding juga biasanya kuat sendirinya.

Jadi Persepsi Diri menjadi hal mendasar ketika hendak melakukan Personal Branding. Itu makanya kita perlu eksplorer diri agar bisa diketahui apa dan siapa sesungguhnya kita ini berdasarkan persepsi diri kita sendiri.

Penulis : Karnoto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.