Header Ads

Aina, Capres Muslimah Pertama Rusia


BANTENPERSPEKTIF.COM, RUSIA - Aina Gamzatova, muslimah asal  Rusia ini pernah menjadi perbincangan dunia beberapa bulan lalu saat Rusia menggelar pemilihan presiden.

Tak lain karena ia adalah calon Presiden Rusia pertama dari kalangan muslimah. Muslimah berusia 46 tahun ini dikenal seorang wanita cerdas yang menjadi pemimpin perusahaan media muslim terbesar di Rusia, Islam.ru.

Media tersebut terdiri dari televisi, radio dan media cetak. Ia berasal dari Dagestan yang merupakan daerah konflik antara pemberontak muslim, suku dan pasukan federal.

Sepanjang perjalanan dunia perpolitikan Rusia, Gamzatova tercatat sebagai wanita muslimah pertama yang berani mencalonkan diri sebagai calon presiden Rusia.

Ia menggunakan haknya sebagai warga negara Rusia yang memperbolehkan siapa saja mencalonkan diri sebagai presiden.

Di negara dengan penduduk kurang lebih 140 juta jiwa ini Aina menjadi satu - satunya muslimah yang pemberani di negara dengan jumlah muslim kurang lebih 20 juta jiwa ini.


Pada pemilu beberapa bulan lalu, Aina  berhadapan dengan Vladimir Putin, pria yang sudah berkuasa sejak tahun 2000. Meskipun akhirnya kalah pada Pilpres Rusia 2018, tetapi Aina telah memberikan pesan berharga bagi kepemimpinan muslim dunia.

Seperti niat awal pencalonannya, Aina menegaskan bahwa pencalonannya bukan untuk melawan Putin. Namun ia ingin menegaskan bahwa Rusia adalah milik semua golongan dan seluruh kelompok dan golongan di Rusia.

BERITA DUNIA LAINNYA
Presiden Iran; Israel Rezim Palsu
Perang Hastag di Inggris
2050, Muslim Akan Jadi Mayoritas di Rusia

Kisah pilu pernah dialami Aina ketika suami pertamanya yaitu Said Muhammad Abubakarov meninggal dibunuh kelompok wahabi dalam sebuah insiden bom mobil pada tahun 1998.

Kini, Aina telah memiliki suami yaitu Akhmad Abdulaev,  seorang ulama terkemuka di Dagestan. Aina merupakan wanita lulusan Jurusan Fisiologi dan Hukum di sebuah universitas Rusia.

Penulis : Karnoto
Diolah dari berbagai sumber


Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.