Header Ads

4 Fakta Bencana Tsunami di Pandeglang


BANTENPERSPEKTIF.COM, PANDEGLANG - Bencana Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, khususnya Kabupaten Pandeglang meninggalkan sisa kesedihan karena banyak menelan korban, baik yang meninggal ataupun dinyatakan hilang serta rusaknya sejumlah sarana fisik seperti rumah dan perkantoran.

Berikut empat fakta tentang Tsunami di Kabupaten Pandeglang yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

1. Kronologis Tsunami
Kejadian Tsunami dan gelombang tinggi terjadi dimulai pada pukul 21.00 WIB ditandai dengan pasang air laut di wilayah pesisir Selat Sunda. Dan pada pukul 21.30 WIB terjadi hempasan gelombang setinggi kurang lebih 3 meter yang menyeret dan merusak sejumlah rumah warga.

2. Delapan Kecamatan Terkena Dampak Tsunami
Khusus di Kabupaten Pandeglang ada delapan kecamatan yang terkena dampak Tsunami, yaitu Kecamatan Carita, Panimbang Cigeulis, Sumur, Labuan, Cimanggu, Pagelaran dan Sukaresmi.

3. 476 orang Luka-Luka, 167  Meninggal dan 222 orang hilang
Dari data yang dirilis oleh Pemkab Pandeglang pada 23 Desember 2018 pukul 21.30 terdata sebanyak 476 orang terluka, 167 meninggal dan 222 orang dinyatakan hilang akibat Tsunami.

4. Sebanyak 443 Rumah Rusak, 4.591 Orang Mengungsi
Tak hanya jiwa, sejumlah rumah juga rusak parah. Dari data Pemkab Pandeglang sebanyak 443 rumah rusak parah dan 4. 591 orang tepaksa diungsikan ke sejumlah posko pengungsian.

Para pengungsi tersebar di sejumlah posko pengungsian yang disediakan oleh Pemkab Pandeglang yaitu  2.500 di Posko Pengungsi Kantor Kecamatan Angsana, 100 pengungsi di Kantor Kecamatan Jiput, 100 orang pengungsi di Posko Pengungsi Kantor Kecamatan Pulosari.

Dan 227 orang di Posko Pengungsi Kecamatan Labuan berada di gedung Krakatau Radio, 100 pengungsi di Posko Kecamatan Cimanggu, 900 pengungsi di Kantor Desa Cisaat, Kecamatan Sumur, 250 pengungsi di Posko Kecamatan Munjul, 250 pengungsi di Posko Kecamatan Patia dan 164 pengungsi di Posko Kecamatan Sobang. (RLS/KNT)

Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.